SumselMedia.Com, Palembang-
Sebanyak 1.142 wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi menyelesaikan pendidikan dalam Wisuda ke-98 yang digelar di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (26/9/2026).
Wisuda kali ini mengusung tema “Membangun Budaya Komunikasi Global Berkarakter Islami”. Tema tersebut menjadi pesan penting bagi para lulusan yang akan memasuki dunia profesional dan kehidupan masyarakat yang semakin terkoneksi, dinamis, terbuka serta dipengaruhi perkembangan teknologi digital.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., dalam sambutannya mengatakan, tema wisuda bukan sekadar identitas kegiatan, tetapi menggambarkan arah dan tantangan kehidupan yang akan dihadapi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, membangun jaringan hingga menyampaikan gagasan.
“Dunia yang saudara-saudara masuki setelah menyelesaikan pendidikan merupakan dunia yang semakin terkoneksi, dinamis, terbuka, dan penuh kemajuan,” kata Prof. Muhammad Adil.
Ia menuturkan, teknologi digital membuat komunikasi berlangsung tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Kondisi tersebut membuka peluang luas bagi lulusan UIN Raden Fatah untuk membangun jejaring, mengembangkan kerja sama lintas daerah dan negara, memperkenalkan karya serta berkontribusi dalam berbagai persoalan global.
Namun, keterbukaan dunia juga menghadirkan tantangan. Para lulusan akan berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, bahasa, tradisi, pandangan, kepentingan dan cara berpikir yang beragam.
Karena itu, kata Rektor, kemampuan komunikasi tidak cukup hanya sebatas mampu berbicara dengan baik. Lulusan juga dituntut mampu mendengarkan, memahami perspektif orang lain, menyampaikan argumentasi secara rasional, menghargai perbedaan dan membangun dialog secara konstruktif.
“Lulusan perguruan tinggi pada masa kini tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional. Saudara-saudara juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, literasi digital, kemampuan beradaptasi, kemampuan bekerja sama, serta karakter yang kuat,” ujarnya.
Karakter Islami Jadi Fondasi
Prof. Muhammad Adil menegaskan, kemampuan berkomunikasi secara global harus tetap memiliki fondasi nilai. Kemajuan teknologi tanpa tanggung jawab dapat menimbulkan persoalan baru.
Kemampuan berbicara tanpa kejujuran, misalnya, dapat melahirkan manipulasi. Kebebasan berpendapat tanpa etika dapat berubah menjadi penghinaan, sementara kecepatan menyampaikan informasi tanpa verifikasi dapat memicu penyebaran informasi yang keliru.
Karena itu, semakin besar kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, semakin besar pula tanggung jawab yang harus menyertainya.
Dalam konteks tersebut, karakter Islami menjadi bagian penting yang harus melekat pada diri lulusan UIN Raden Fatah Palembang.
Rektor mengingatkan para lulusan agar nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi tercermin dalam cara berpikir, bersikap, berbicara, menggunakan teknologi dan memperlakukan orang lain.
Salah satu prinsip yang ditekankan adalah qaulan sadida, yakni komunikasi yang benar, lurus, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Prinsip tersebut dinilai sangat relevan di tengah derasnya arus informasi digital, ketika setiap orang dapat menjadi penerima sekaligus penyebar informasi.
Para lulusan pun diminta tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang diterima dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi hanya karena menarik perhatian.
“Biasakan untuk memeriksa sumber, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Jadilah bagian dari masyarakat yang membangun ruang informasi yang sehat, mencerdaskan, dan memberikan manfaat,” pesannya.
Selain itu, Rektor juga mengingatkan prinsip qaulan layyina, yakni komunikasi yang lembut, santun dan penuh penghormatan.
Menurutnya, dalam kehidupan yang penuh perbedaan, cara menyampaikan pesan sering kali sama pentingnya dengan pesan itu sendiri.
Para lulusan diharapkan mampu menunjukkan bahwa seorang intelektual Muslim dapat bersikap terbuka tanpa kehilangan prinsip, menghargai perbedaan tanpa kehilangan identitas serta berinteraksi secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Jangan Kehilangan Identitas di Tengah Dunia Global
Lebih lanjut, Prof. Muhammad Adil menegaskan bahwa berkomunikasi dalam lingkungan global bukan berarti menghilangkan identitas.
Justru, di tengah keberagaman dunia, identitas yang kuat diperlukan agar seseorang memiliki pijakan dalam menentukan sikap.
“Identitas keislaman yang dibangun di atas ilmu, akhlak, toleransi, dan penghormatan terhadap kemanusiaan akan menjadi kekuatan dalam menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.
Ia berharap lulusan UIN Raden Fatah Palembang mampu memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual.
Lulusan juga diharapkan mampu berpikir kritis tetapi tetap santun, menyampaikan pendapat tanpa merendahkan orang lain, memanfaatkan teknologi dengan tetap memiliki kendali moral, serta mampu bersaing secara global dengan tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Di era digital, lanjut Rektor, setiap orang kini memiliki ruang publik yang sangat luas. Setiap unggahan, komentar, tulisan, foto, video maupun pesan dapat menjadi bagian dari rekam jejak seseorang.
Karena itu, ia meminta para lulusan menjaga komunikasi di ruang digital dan menggunakan media sosial tidak sekadar untuk menunjukkan keberadaan, tetapi juga membangun kebermanfaatan.
“Gunakan teknologi untuk belajar, berbagi pengetahuan, memperluas jaringan, mengembangkan usaha, membangun kolaborasi, dan menyampaikan gagasan yang mencerdaskan,” katanya.
Para lulusan juga didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menjadi produsen pengetahuan dan bagian dari perubahan yang membawa kemajuan.
1.142 Wisudawan dari Berbagai Fakultas
Pada Wisuda ke-98 ini, sebanyak 1.142 wisudawan dan wisudawati berasal dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi penyumbang wisudawan terbanyak dengan 300 orang, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 191 orang, serta Fakultas Syariah dan Hukum sebanyak 174 orang.
Selanjutnya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebanyak 105 orang, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam 91 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 90 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 65 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 54 orang, serta Fakultas Psikologi 38 orang.
Sementara dari Pascasarjana, terdapat 34 wisudawan, terdiri atas 19 lulusan magister dan 15 lulusan doktor.
Rincian tersebut menunjukkan bahwa Wisuda ke-98 tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum pelepasan ribuan lulusan dari berbagai disiplin ilmu untuk memasuki fase baru kehidupan.
Orang Tua Disebut sebagai Bagian dari Keberhasilan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memberikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua dan keluarga wisudawan.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari perjalanan panjang yang dilalui bersama keluarga, mulai dari doa, pengorbanan waktu dan tenaga, biaya pendidikan hingga kesabaran dalam menghadapi berbagai kesulitan.
“Hari wisuda ini juga merupakan hari kebahagiaan bagi para orang tua. Di balik keberhasilan seorang anak, selalu ada keluarga yang menjadi tempat bertumbuh dan menjadi sumber kekuatan,” ungkapnya.
Prof. Muhammad Adil menegaskan, UIN Raden Fatah Palembang akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya akademik, mengembangkan inovasi serta mempersiapkan lulusan agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Ia pun berpesan agar para lulusan membawa nama baik almamater dalam setiap langkah.
“Jadilah duta ilmu pengetahuan, duta akhlak, dan duta Islam rahmatan lil ‘alamin. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa lulusan perguruan tinggi Islam dapat hadir sebagai insan yang terbuka, profesional, kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan global,” pesannya.
Ia berharap gelar akademik yang diperoleh para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi jalan untuk memberikan manfaat, membangun kehidupan keluarga yang lebih baik serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan umat.













