Pendidikan

UPGRIP Mantapkan Langkah Menuju Kampus Berkelas Dunia lewat INCOEPP 2025

×

UPGRIP Mantapkan Langkah Menuju Kampus Berkelas Dunia lewat INCOEPP 2025

Sebarkan artikel ini
(Pembukaan International Conference INCOEPP 2025)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus berkelas dunia melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Education of University PGRI Palembang (INCOEPP 2025).

Bahkan, UPGRIP kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam pemeringkatan global EduRank 2025, UPGRIP berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia, menempati peringkat 2.253 di Asia dan peringkat 86 di Indonesia. Capaian ini sekaligus menempatkan UPGRIP sebagai kampus terbaik kedua di Kota Palembang setelah Universitas Sriwijaya (Unsri).

Konferensi internasional ini digelar di Hotel Wyndham, Jakabaring, Palembang, pada Sabtu hingga Minggu, 1–2 November 2025, dengan mengusung tema “Innovation and Collaboration for the Sustainable Future of Education” atau “Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan yang Berkelanjutan.”

Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara ternama dari berbagai negara. Dari Indonesia, tampil Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., selaku Kepala LLDIKTI Wilayah II, serta Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang. Sementara dari luar negeri, turut hadir Prof. Madya Dr. Muhammad Fazli Taib bin Saearani dari Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia, Asst. Prof. Kasemrat Wiwitkunkasem, Ph.D. dari Shinawatra University, Thailand, dan Asst. Prof. Dr. Muhammad Mujtaba Asad dari Sukkur IBA University, Pakistan. Kehadiran para akademisi lintas negara ini memperkaya perspektif global dalam membahas arah baru dunia pendidikan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si dalam keterangan persnya didampingi Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd, Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Yasir Arafat, M.M dan Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd menyampaikan bahwa penyelenggaraan INCOEPP 2025 merupakan langkah strategis UPGRIP dalam memperluas jaringan kerja sama internasional dan memperkuat budaya riset di lingkungan akademik.

(Suasana Kegiatan)

Menurutnya, pendidikan harus terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan global, dan konferensi internasional ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan untuk berbagi gagasan serta temuan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Universitas PGRI Palembang dalam menyambut Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79. Melalui momentum ini, kami ingin menunjukkan bahwa PGRI tidak hanya hadir sebagai organisasi guru, tetapi juga sebagai pelopor inovasi dan kolaborasi pendidikan di tingkat global,” ujar Bukman Lian.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka mempresentasikan hasil penelitian yang telah diseleksi dan akan diterbitkan dalam jurnal internasional yang terindeks DOI. Melalui forum ini, Universitas PGRI Palembang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan berkelanjutan di tingkat global.

Wakil Rektor I UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd menambahkan bahwa International Conference ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh UPGRIP untuk memfasilitasi mahasiswa S-1 maupun S-2 dalam rangka mendorong publikasi diberbagai jurnal internasional, baik terindeks maupun bereputasi.

(Suasana Kegiatan)

“Selain itu, kita juga mengakomodir para dosen dan para guru. Termasuk juga para dosen UPGRIP yang tengah melakukan studi S-3. Dan kegiatan International Conference ini adalah salah satu komitmen UPGRIP untuk mendorong UPGRIP masuk dalam jajaran rangking dunia,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Dr. Hetilaniar, M.Pd. menambahkan bahwa INCOEPP 2025 juga menjadi momentum penting untuk mendorong para pendidik di Indonesia, khususnya guru-guru di lingkungan PGRI, agar semakin aktif menulis dan mempublikasikan hasil penelitian mereka pada jurnal bereputasi.

“Kami ingin membuka ruang bagi para guru dan dosen untuk menembus batas akademik internasional. Publikasi ilmiah adalah jembatan untuk memperluas pengaruh gagasan dan inovasi pendidikan yang lahir dari Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Reva, M.Pd perwakilan Badan Pembina Harian Persatuan Guru Republik Indonesia (BPH PB PGRI) pada UPGRIP, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan universitas ini dalam konsisten menggelar konferensi internasional berskala besar.

(Suasana Kegiatan)

“Kami bangga UPGRIP terus tumbuh menjadi universitas yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan akar nilai-nilai perjuangan guru Indonesia. Ini adalah bukti bahwa semangat PGRI terus hidup dalam dunia akademik modern,” ucapnya.

Dari sisi internasional, Asst. Prof. Kasemrat Wiwitkunkasem, Ph.D. dari Shinawatra University, Thailand, menilai konferensi ini menunjukkan keseriusan universitas-universitas di Indonesia dalam menjalin kolaborasi lintas negara. “Pendidikan tidak lagi mengenal batas. Forum seperti INCOEPP 2025 adalah ruang yang ideal untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring penelitian yang berdampak luas,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Prof. Madya Dr. Muhammad Fazli Taib bin Saearani dari Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia. Ia menekankan pentingnya sinergi antaruniversitas di Asia Tenggara dalam membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan. “Inovasi dan kolaborasi adalah dua kunci untuk memastikan bahwa pendidikan di kawasan ini tetap relevan dengan kebutuhan dunia masa depan,” ujarnya.

Melalui INCOEPP 2025, Universitas PGRI Palembang meneguhkan langkahnya menuju kampus berkelas dunia yang berorientasi pada inovasi, riset, dan kolaborasi global. Semangat ini diharapkan dapat mendorong lahirnya ide-ide baru dan solusi berkelanjutan yang akan memperkaya khazanah pendidikan, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.