Pendidikan

UPGRIP Bekali 313 Calon Wisudawan dengan Pelatihan Unggah Mandiri Repository, Perkuat Jejak Digital Akademik

×

UPGRIP Bekali 313 Calon Wisudawan dengan Pelatihan Unggah Mandiri Repository, Perkuat Jejak Digital Akademik

Sebarkan artikel ini
(Suasana Kegiatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus unggul berbasis teknologi dan literasi digital. Melalui UPT Perpustakaan dan Arsip, UPGRIP menggelar Pelatihan Unggah Mandiri pada Repository Institusi untuk Para Calon Wisudawan Tahun 2026, Kamis (26/2/2026) di Aula Usman Madjid, Gedung Perpustakaan, lantai 5.

Acara di hadiri oleh Rektor UPGRIP Assoc Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si diwakili oleh Wakil Rektor II Assoc Prof. Dr. Yasir Arafat, M.M. didampingi oleh Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., Kepala BPTEAADM Dr. Hetilaniar, M.Pd., Kepala Biro OHAKAHALPIP Assoc. Prof. Dr. Ir. Ian Kurniawan, M.Eng., IPM., ASEAN. Eng., Kepala UPT Perpustakaan dan arsip sekaligus Ketua Pelaksana Assoc. Prof. Dr. Rohana, M.Pd., para Dekan, staf, peserta dilingkungan UPGRIP.

Ketua Pelaksana Assoc. Prof. Dr. Rohana, M.Pd., dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 313 mahasiswa calon wisudawan periode April 2026 dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 181 mahasiswa Program Pascasarjana, sedangkan sesi kedua diikuti 132 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan Informatika, serta Fakultas Perikanan dan Kelautan.

(Suasana Kegiatan)

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internal yang kompeten, yakni Ferri Hidayad, M.Pd., selaku Kasubag Digitalisasi Referensi Perpustakaan Digital, serta I Komang Kertayana, S.Pd., yang membimbing peserta mulai dari alur bebas pustaka melalui aplikasi Sisfo, penyiapan dokumen, hingga praktik langsung unggah mandiri.

Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis UPGRIP dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola akademik, transparansi riset, serta kontribusi terhadap indikator pemeringkatan global seperti Webometric. “ujarnya.

Wakil Rektor II Assoc Prof. Dr. Yasir Arafat, M.M., M.Si menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif kelulusan, melainkan bagian dari strategi besar Universitas PGRI Palembang dalam membangun budaya akademik berbasis digital dan keterbukaan akses ilmiah.

(Suasana Kegiatan)

Repository institusi bukan hanya tempat menyimpan skripsi atau tesis. Ini adalah etalase intelektual kampus. Di sinilah karya mahasiswa UPGRIP bisa diakses dunia, dibaca, disitasi, dan memberi dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
“Setiap skripsi dan tesis mahasiswa adalah aset institusi. Jika dikelola dengan baik, ini akan memperkuat branding akademik UPGRIP sebagai kampus yang produktif dan terbuka.”ujarnya.

Menurut Yasir di era transformasi digital dan kompetisi global, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki jejak digital akademik yang kuat. Melalui sistem unggah mandiri, mahasiswa dilatih memahami tata kelola dokumen ilmiah, pengisian metadata yang benar, hingga standar kualitas publikasi digital.

“Kami ingin lulusan UPGRIP tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap teknologi. Kemampuan mengelola dan mempublikasikan karya secara digital adalah kompetensi abad ke-21 yang wajib dimiliki,” tambahnya.

(Suasana Kegiatan)

Wakil Rektor II Assoc Prof. Dr. Yasir Arafat, M.M. juga menekankan bahwa penguatan repository institusi berdampak langsung terhadap reputasi dan pemeringkatan Universitas PGRI Palembang di tingkat Nasional maupun Internasional. Semakin banyak karya ilmiah yang terdokumentasi dan terindeks secara online, semakin tinggi pula visibilitas akademik UPGRIP.

Selain mendukung reputasi institusi, kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Dengan unggah mandiri ke repository, karya ilmiah mereka memiliki cap waktu resmi yang melindungi orisinalitas, mudah diakses secara global, serta menjadi portofolio akademik yang dapat menunjang karier maupun studi lanjut.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UPGRIP menegaskan diri sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada penyelesaian studi mahasiswa, tetapi juga pada keberlanjutan karier dan reputasi akademik jangka panjang para lulusannya.