Pendidikan

Jaga Ikan Endemik DATZ Sumatera, FPK UPGRIP Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Banyuasin, BRPPUPP dan Satwas SDKP Palembang

×

Jaga Ikan Endemik DATZ Sumatera, FPK UPGRIP Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Banyuasin, BRPPUPP dan Satwas SDKP Palembang

Sebarkan artikel ini
(Suasana Kegiatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus unggul berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Melalui Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), UPGRIP menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin, BRPPUPP dan Satwas SDKP Palembang guna membahas upaya pelestarian ikan DATZ Sumatera di perairan Desa Penuguan, Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan lokal, sekaligus mempertegas peran UPGRIP sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan solusi berbasis ilmiah.

FGD dihadiri Dekan FPK Indah Anggraini Yusanti, S.Si., M.Si., Plh Wakil Dekan Lia Perwita Sari, M.Si., Ketua GPM, para Ketua Program Studi, serta dosen di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Dari Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin hadir Kepala Dinas Rina Kurniaty, SE, Kepala Bidang Pengawas Salmah, SP, Koordinator Satwas SDKP Robianto Hanum, S.Pi, serta jajaran staf.

(Suasana Kegiatan)

Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas kondisi terkini ikan DATZ Sumatera (ikan elang) yang mulai mengalami tekanan akibat aktivitas penangkapan yang tidak terkendali serta perubahan lingkungan perairan.

Dekan FPK UPGRIP, Indah Anggraini Yusanti menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis riset.
“Melalui FGD ini, kami ingin menghadirkan solusi konkret berbasis ilmiah yang tidak hanya melindungi ikan DATZ Sumatera, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.

Ia menambahkan, UPGRIP sebagai kampus yang memiliki keunggulan pada bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat terus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung di lapangan.

Dalam forum tersebut, sejumlah rekomendasi penting turut dihasilkan, di antaranya pemetaan ukuran ikan berdasarkan wilayah untuk memudahkan domestikasi, penerapan konservasi di habitat asli, serta perlindungan ketat terhadap kawasan pemijahan.

(Suasana Kegiatan)

Sementara itu, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin menyatakan komitmennya untuk memperkuat kebijakan konservasi berbasis data serta membuka ruang kolaborasi lanjutan bersama UPGRIP.

Kolaborasi ini mencakup penelitian bersama, pendampingan masyarakat nelayan, hingga penyusunan regulasi yang berorientasi pada keberlanjutan sumber daya perikanan.

Selain itu, forum juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan, peningkatan pengawasan terhadap aktivitas ilegal, serta pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat di Desa Penuguan.

Melalui kegiatan ini, UPGRIP kembali menegaskan posisinya sebagai kampus unggulan di Sumatera Selatan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat.

(Foto bersama usai kegiatan)

Dengan dukungan tenaga akademisi yang kompeten, fasilitas pembelajaran yang terus berkembang, serta jaringan kerja sama dengan pemerintah dan industri, UPGRIP menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

FGD ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan sumber daya perikanan lokal agar tetap lestari untuk generasi mendatang.