SumselMedia.Com, Palembang-
Suasana haru menyelimuti Ballroom Golden Sriwijaya Building, Kamis (14/5/2026). Tangis bahagia pecah ketika para santri satu per satu maju menyelesaikan prosesi Khotmul Qur’an dan Imtihan Akbar Metode Ummi.
Orang tua dan tamu undangan menyaksikan langsung anak-anak mereka diuji oleh para ustaz. Momen paling menggetarkan terjadi saat para santri memakaikan mahkota kepada orang tua mereka, sebuah simbol kemuliaan bagi keluarga yang berhasil mendidik anak mencintai Al-Qur’an. Isak tangis tak terbendung, bercampur bangga dan syukur atas pencapaian sang buah hati.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, turut memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Ummi Daerah Palembang yang dinilai konsisten mencetak generasi penghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan program Gerakan Sumsel Religius yang ia gagas sejak periode pertama kepemimpinannya, dengan target menghadirkan rumah tahfiz di setiap desa dan kelurahan.
“Dan salah satu mengapa program ini melampaui target, salah satunya adalah dukungan oleh Ummi Palembang dan kawan-kawan. Kami berharap ini menjadi bekal bagi anak-anak yang akan menjadi generasi muda dan menularkan ke generasi selanjutnya,” ujarnya.
Program tersebut bahkan telah melampaui target awal dari 3.500 unit menjadi lebih dari 5.000 rumah tahfiz yang tersebar di seluruh Sumatera Selatan. Capaian ini turut mendorong prestasi daerah, termasuk keberhasilan Sumsel menembus 10 besar pada ajang MTQ Nasional 2022.
Ketua Pelaksana, Ustaz Syarif Hidayatullah, S.Ag yang diwakili Ustaz Maliki Utama Putra, S.Si., S.Pd., SD menjelaskan kegiatan ini diikuti 149 peserta yang menjalani wisuda dan uji publik Metode Ummi.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni munaqosyah (ujian) pada 3 Mei 2026 dengan total 178 kategori, meliputi tartil, turjuman, serta tahfidz juz 1, 2, 3, 26, 28, 29, dan 30.
Peserta yang lulus kemudian mengikuti tahap Khotmul Qur’an dan Imtihan.
“Tahun ini ada tambahan kategori baru yaitu turjuman, artinya santri tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami ayat Al-Qur’an yang dihafal,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan kali ketiga digelar, dengan peserta berasal dari lembaga pengguna Metode Ummi yang telah menyelesaikan kelas tajwid dasar atau minimal hafalan satu juz.
Prestasi juga terus ditorehkan. Pada 2026, santri Ummi Palembang berhasil meraih posisi 4 besar nasional dalam lomba hafiz yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi nasional.
Sementara itu, Ketua Ummi Daerah Palembang, Ustaz Malik Abdul Hakim, S.Kom, Al Hafiz menyampaikan bahwa Ummi Palembang berdiri sejak Juli 2021 sebagai perpanjangan tangan dari Ummi Foundation.
Ia menegaskan, fokus utama Ummi adalah membangun sistem pembelajaran Al-Qur’an berbasis mutu, yang ditopang tiga pilar utama yakni metode, guru, dan sistem yang berkualitas.
“Program dasar kami ada tujuh, mulai dari tashih, tahsin, sertifikasi, coaching, supervisi, munaqosyah hingga khotmul Qur’an dan imtihan,” ujarnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 94 lembaga di Sumatera Selatan telah menggunakan Metode Ummi, dengan total 11.500 santri dan didukung 608 guru.
Melalui gerakan ini, Ummi Palembang tak hanya mencetak generasi penghafal, tetapi juga menanamkan pemahaman Al-Qur’an sejak dini—sebuah fondasi penting bagi masa depan generasi religius di Sumatera Selatan.









