SumselMedia.Com, Palembang-
Peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga kembali ditunjukkan secara nyata di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dalam Kegiatan yang digagas oleh pengurus IPSI Ogan Komering Ilir.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Pelatihan Wasit Juri dan Pelatih Pencak Silat dipusatkan di padepokan pencak silat, setia Hati Teratai OKI.Pelatihan ini diikuti oleh para pelatih, wasit juri, perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten OKI. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati OKI Suprianto SH, Kadispora Kab. OKI, Ketua IPSI OKI Agus Masnanto, S.P, M.P.
Dosen UPGRIP, Dr. Bayu Iswana, M.Or, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Bayu Iswana,M.Or memberikan materi komprehensif yang mencakup teknik kepelatihan, profesionalisme pelatih, hingga penerapan sport science dalam pencak silat.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) turut ambil bagian dalam penguatan kompetensi insan pencak silat di daerah. “Pengabdian ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas SDM pencak silat secara menyeluruh. Tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih dan perangkat pertandingan harus memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan pencak silat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kualitas pelatih serta objektivitas dan profesionalisme wasit dan juri dalam setiap pertandingan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten OKI. Wakil Bupati OKI, Supriyanto, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dunia akademik dalam pembangunan SDM olahraga di daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan yang berkelanjutan. Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Para peserta menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan pemahaman terkait standar kepelatihan dan profesionalisme perangkat pertandingan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pencak silat di Kabupaten OKI semakin berkembang secara profesional dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat daerah maupun nasional.













