SumselMedia.Com, Palembang-
Komitmen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) dalam mencetak calon guru yang profesional, berkarakter, dan berwawasan kemanusiaan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Kampanye Anti Bullying Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru FKIP UPGRIP. Kegiatan yang berlangsung di Aula Ali Latief, Gedung C Lantai 3 UPGRIP tersebut mengusung tema “Mewujudkan Calon Guru Profesional yang Humanis dan Peduli Lingkungan Sekolah Bebas Bullying.”
Workshop ini menjadi bagian dari upaya UPGRIP sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Sumatera Selatan dalam menyiapkan guru masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta inklusif bagi seluruh peserta didik.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., yang diwakili oleh Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dessy Wardiah, M.Pd. Turut hadir sebagai narasumber Koordinator PPG UPGRIP Dr. Hetilaniar, M.Pd., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UPGRIP Kiki Aryaningrum, M.Pd., Tim Satgas PPKPT UPGRIP, para Koordinator Program Studi PPG FKIP UPGRIP, dosen, serta mahasiswa PPG Calon Guru FKIP UPGRIP.

Dalam sambutannya, Koordinator PPG UPGRIP Dr. Hetilaniar, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UPGRIP dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa PPG sebagai calon guru terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai konsep dan bentuk-bentuk bullying, meningkatkan kesadaran terhadap dampaknya, serta mengembangkan kemampuan untuk mencegah dan menangani kasus perundungan di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRIP Assoc. Prof. Dessy Wardiah, M.Pd. menegaskan bahwa bullying masih menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia pendidikan yang dapat memengaruhi perkembangan akademik maupun psikologis peserta didik.

“Melalui workshop ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Sebagai calon pendidik, mahasiswa PPG harus menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu keunggulan pendidikan di UPGRIP adalah tidak hanya menekankan kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga pembentukan karakter guru yang humanis, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap peserta didik.
Selama workshop, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak psikologis terhadap korban, strategi pencegahan, hingga langkah-langkah penanganan yang tepat apabila terjadi kasus perundungan di sekolah. Diskusi interaktif dan pemaparan studi kasus membuat mahasiswa semakin memahami peran strategis guru dalam menciptakan sekolah yang ramah anak dan bebas kekerasan.

Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran guru dalam mendeteksi dan menangani perundungan sejak dini. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pembimbing dan pelindung yang mampu menghadirkan suasana belajar yang positif bagi seluruh siswa.
Sebagai bentuk kampanye nyata, seluruh peserta juga menandatangani komitmen bersama untuk menolak segala bentuk bullying. Deklarasi tersebut menjadi simbol keseriusan mahasiswa PPG FKIP UPGRIP dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, UPGRIP kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus pencetak tenaga pendidik berkualitas yang siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Dengan dukungan dosen-dosen profesional, program pendidikan yang adaptif, serta penguatan karakter calon guru, FKIP UPGRIP terus berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia.













