Pendidikan

Yudisium FKIP UPGRIP ke-163, Rektor Dorong Mahasiswa Hasilkan Karya Nyata lewat Prototipe dan Proyek

×

Yudisium FKIP UPGRIP ke-163, Rektor Dorong Mahasiswa Hasilkan Karya Nyata lewat Prototipe dan Proyek

Sebarkan artikel ini
(Yudisium FKIP ke-163 berlangsung di Aula Gedung Guru Provinsi Sumatera Selatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali mengukuhkan ratusan lulusan terbaiknya melalui Yudisium FKIP ke-163. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan kompetensi dan menghasilkan karya nyata di tengah masyarakat.

Yudisium FKIP ke-163 berlangsung di Aula Gedung Guru Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026), dengan diikuti sebanyak 276 peserta dari 11 program studi.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Bukman Lian, M.M., M.Si., Wakil Ketua BPH UPGRIP Drs. H. Lukman Haris, M.Si., Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Yasir Arafat, S.E., M.M., Wakil Rektor IV Dr. H. Ramanta Disurya, S.H., M.H., Dekan FKIP Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Bayu Iswana, M.Or., jajaran pimpinan di lingkungan UPGRIP, seluruh Ketua Program Studi di lingkungan FKIP, serta para peserta yudisium.

Dalam laporannya, Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan.

“Atas nama seluruh keluarga besar FKIP, saya mengucapkan selamat kepada 276 peserta Yudisium FKIP ke-163 yang berasal dari 11 program studi,” ujarnya.

Dari 276 lulusan tersebut, sebanyak 97 orang meraih predikat Summa Cumlaude, 99 orang Magna Cumlaude, 17 orang Cumlaude, dan 63 orang memperoleh predikat Sangat Memuaskan.

(Rangkaian Yudisium FKIP ke-163 yang berlangsung di Aula Gedung Guru Provinsi Sumatera Selatan)

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar FKIP UPGRIP sekaligus membuktikan kerja keras, ketekunan dan kesungguhan mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Namun, ia mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan.

“Setelah menyelesaikan pendidikan di FKIP, saudara-saudara akan kembali ke tengah masyarakat dan memasuki dunia yang sesungguhnya. Jaga nama baik almamater melalui sikap, ucapan, dan perbuatan. Tunjukkan bahwa lulusan FKIP UPGRIP adalah lulusan yang memiliki kompetensi, berintegritas, beretika, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Wakil Ketua BPH UPGRIP Drs. H. Lukman Haris, M.Si. juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Yudisium FKIP ke-163 yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan.

Ia berharap para lulusan terus mengembangkan kompetensi, menjaga karakter, serta membawa semangat inovasi ketika memasuki dunia profesi maupun berkiprah di tengah masyarakat.

“Lulusan FKIP memiliki tanggung jawab besar, khususnya dalam bidang pendidikan. Kami berharap seluruh lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kompetensi, karakter, dan semangat untuk terus belajar serta memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.

(Pemberian piagam kepada salah satu alumni terbaik oleh Rektor UPGRIP)

Sementara itu, Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Bukman Lian, M.M., M.Si. memberikan penekanan khusus mengenai inovasi dalam penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Menurutnya, perkembangan pendidikan tinggi membutuhkan bentuk karya akademik yang semakin beragam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Karena itu, skripsi tidak menjadi satu-satunya bentuk karya yang dapat digunakan mahasiswa sebagai tugas akhir. Mahasiswa yang tidak memilih skripsi dapat menempuh alternatif tugas akhir berupa prototipe maupun proyek, sesuai dengan ketentuan dan standar akademik yang berlaku di perguruan tinggi.

“Mahasiswa yang tidak membuat skripsi dapat menggantinya dengan prototipe atau proyek. Yang terpenting, karya tersebut harus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari, menyelesaikan permasalahan, serta menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat,” tegas Rektor.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar tidak hanya terampil dalam menyusun karya ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan karya inovatif yang dapat diterapkan secara nyata.

Prototipe dan proyek, lanjutnya, dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan teknis, serta kemampuan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.

(Foto bersama)

“Jangan melihat tugas akhir hanya sebagai kewajiban untuk mendapatkan gelar. Jadikan tugas akhir sebagai kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Apakah dalam bentuk skripsi, prototipe, maupun proyek, semuanya harus dikerjakan secara serius dan memenuhi standar akademik,” pesannya.

Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen UPGRIP dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia, UPGRIP terus mendorong proses pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik, karakter, teknologi, kreativitas dan kebutuhan dunia kerja.

Bagi lulusan FKIP, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga pendidik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi insan pembelajar yang inovatif dan mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan pendidikan di masyarakat.

Yudisium ke-163 pun menjadi momentum penting untuk melepas para lulusan FKIP UPGRIP menuju fase baru. Dengan bekal ilmu, kompetensi, karakter dan pengalaman selama menjalani pendidikan, mereka diharapkan mampu membawa nama baik almamater sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

Selamat kepada 276 lulusan FKIP UPGRIP. Dari kampus untuk mas depan, dari ilmu menjadi karya, dan dari karya memberi manfaat bagi masyarakat.