SumselMedia.Com, Palembang-
Dewan Pimpinan Daerah Pengembang Indonesia (DPD PI) Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sektor perbankan dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan akad massal perumahan, bedah rumah, dan gerakan penanaman pohon yang digelar DPD PI Sumsel dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) ke-18 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel Aston Palembang, Senin (24/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Sinergi Nyata Mewujudkan Kepemilikan Hunian dengan Program 1 Hektar 1 Kecamatan dan Pengembang Indonesia Siap Mensukseskan Program 3 Juta Rumah dalam Rangka Hari Perumahan Nasional ke-18 Tahun 2026.”
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Sumsel Ir. H. Novian Aswardani, S.T., M.M., IPM., ASEAN.Eng., Kepala Bidang Perumahan Disperkim Sumsel Ir. H. Zulkarnaen, S.P., M.M., IPM., ASEAN.Eng., Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera V Yustin Patria Primordia, S.T., M.Si., Ketua Umum DPP PI Ir. H. Barkah Hidayat, Ketua DPD PI Sumsel Reza Fernandi, S.H., jajaran pengurus dan anggota DPD PI Sumsel, perbankan, notaris, peserta akad serta tamu undangan lainnya.
Kepala Disperkim Provinsi Sumsel Ir. H. Novian Aswardani mengatakan, di tengah kondisi ekonomi makro yang masih menghadapi berbagai tantangan, sektor pengembang di Sumsel tetap menunjukkan kinerja positif dan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat.
“Walaupun kondisi finansial dan ekonomi makro kurang baik, PI Sumsel masih menunjukkan bahwa mereka dapat berjalan dengan baik. Pemerintah tentu membutuhkan sinergitas seluruh pengembang, bukan hanya PI, untuk bersama-sama mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Novian, pemerintah terus hadir memberikan berbagai kemudahan dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, terutama MBR. Salah satunya melalui berbagai kebijakan subsidi dan insentif di sektor perumahan.
Ia menyebut, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumsel telah memberikan sejumlah kemudahan, di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) nol persen untuk sektor perumahan.
“Subsidi yang diberikan pemerintah terhadap perumahan subsidi ini nilainya sangat besar. Tahun 2025, berdasarkan data TAPERA, subsidi perumahan di Sumsel hampir mencapai Rp2 triliun. Sementara hingga Agustus 2026 sudah sekitar Rp900 miliar. Artinya, pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, terutama MBR,” katanya.
Ia menilai, besarnya dukungan pemerintah tersebut perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat agar semakin banyak MBR yang mengetahui dan memanfaatkan program kepemilikan rumah.
“Ini yang harus kita sosialisasikan. Pemerintah sebenarnya sudah sangat hadir bagi masyarakat. Mari seluruh stakeholder yang berkepentingan bersama-sama menyukseskan program perumahan ini, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PI Ir. H. Barkah Hidayat mengapresiasi konsistensi DPD PI Sumsel dalam menyelenggarakan kegiatan akad massal setiap tahun sebagai bagian dari kontribusi pengembang kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul bersama dalam acara akad massal, bedah rumah, dan penyerahan bibit pohon. Saya bersyukur PI Sumsel secara konsisten setiap tahun dalam rangka Hapernas menyelenggarakan akad massal. Ini merupakan bentuk sumbangsih kita kepada masyarakat,” katanya.
Barkah mengungkapkan, DPP PI tahun ini menargetkan pembangunan dan realisasi 5.000 unit rumah di Sumsel. Namun, DPD PI Sumsel justru optimistis dengan mengajukan target lebih tinggi hingga 7.000 unit.
“Saya targetkan 5.000 unit, tetapi DPD PI Sumsel meminta target 7.000 unit. Luar biasa. Saya bersyukur dan semoga target tersebut bisa terwujud,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah DPD PI Sumsel yang tahun ini tidak hanya menggelar akad massal, tetapi juga melaksanakan bedah rumah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena ada penyelenggaraan bedah rumah. Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Insyaallah, mudah-mudahan kegiatan baik seperti ini bisa menular dan dicontoh DPD PI lainnya,” katanya.
Ketua DPD PI Sumsel Reza Fernandi, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya DPD PI Sumsel menggelar tiga kegiatan sosial secara bersamaan, yakni akad massal, bedah rumah, dan gerakan penanaman pohon.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan yang sangat mulia. Ada tiga kegiatan, pertama akad massal, kedua simbolis bedah rumah, dan ketiga gerakan penanaman pohon,” ujarnya.
Reza mengungkapkan, hingga Agustus 2026 DPD PI Sumsel telah merealisasikan sekitar 2.001 unit rumah. Dalam kegiatan Hapernas kali ini, sebanyak 118 unit rumah kembali dilakukan akad secara massal.
“Hari ini kami mengakadkan sekitar 118 unit sesuai dengan momentum Hari Perumahan Nasional. Sebenarnya masih lebih banyak, tetapi proses persetujuan dari perbankan sekarang luar biasa cepat. Kami justru yang kewalahan untuk membangun,” jelasnya.
Menurut Reza, percepatan persetujuan pembiayaan dari perbankan menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang karena regulasi saat ini mengharuskan rumah dalam kondisi siap sebelum akad dilakukan.
“Sekarang regulasinya tidak bisa akad kalau rumah belum jadi. Karena itu kami terus mengejar pembangunan sesuai target. Mungkin besok, lusa atau bulan depan akan banyak lagi akad. SP3 sudah ada, tetapi rumahnya yang belum jadi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Reza berharap pemerintah dapat membantu pengembang menghadapi kenaikan harga material bangunan yang terus meningkat, sementara harga rumah subsidi relatif sulit untuk dinaikkan.
“Kalau bisa diberikan harga spesial untuk kami, karena material sekarang sudah melambung tinggi, sedangkan harga rumah tidak ikut naik. Di sana kami sedikit tersentuh. Mungkin bisa dibantu oleh pemerintah,” harapnya.
Ia menegaskan, DPD PI Sumsel optimistis mengejar target 5.000 hingga 7.000 unit rumah sepanjang 2026. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi kuat antara pengembang, pemerintah, perbankan dan notaris.
“Makanya dibutuhkan kolaborasi antara perbankan, pemerintah dan notaris sehingga kami bisa mencapai angka tersebut. Hari ini adalah hari bersejarah bagi kami karena melaksanakan tiga kegiatan yang saling terkait. Ini adalah kolaborasi nyata,” katanya.
Reza menambahkan, akad massal yang digelar menjadi bukti bahwa berbagai pihak hadir dan bergerak bersama dalam menyediakan hunian bagi masyarakat.
“Ini bukti bahwa negara hadir, sektor perbankan hadir, pemerintah juga hadir mendukung dan mengembangkan pengembang bekerja, serta notaris menjadi saksi legal. Ini juga pertama kalinya DPD PI Sumsel melakukan bedah rumah. Hari ini kami menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah kepada saudara kita yang sebelumnya telah kami survei,” pungkasnya.







