SumselMedia.Com, Palembang-
Kesadaran membayar pajak tidak harus menunggu seseorang memasuki dunia kerja. Pesan itulah yang dibawa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DJP menanamkan literasi dan kesadaran perpajakan sejak dini sekaligus mengenalkan kepada generasi muda bagaimana pajak berperan dalam pembangunan Indonesia.
Di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Wilayah DJP Sumsel dan Kep. Babel bersama seluruh unit kerja di bawahnya turut menyemarakkan Pajak Bertutur 2026 melalui kegiatan edukasi di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Salah satunya berlangsung di SMP Maitreyawira Palembang. Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, Retno Sri Sulistyani, hadir langsung menyapa para siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai perpajakan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di hadapan para siswa, Retno menjelaskan bagaimana penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan, memiliki peran penting dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Ia mengajak generasi muda melihat pajak bukan sekadar kewajiban kepada negara, melainkan bagian dari semangat gotong royong untuk membangun Indonesia.
“Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan kembali untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pelayanan publik. Karena itu, memahami pajak sejak dini berarti memahami bagaimana kita bersama-sama membangun masa depan Indonesia,” ujar Retno.
Menurutnya, membangun kesadaran pajak sejak bangku sekolah merupakan investasi jangka panjang. Pengetahuan yang diperoleh para siswa diharapkan menjadi bekal ketika mereka kelak memasuki dunia kerja dan menjalankan peran sebagai bagian dari masyarakat.
Retno juga menekankan bahwa predikat sebagai generasi juara tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik maupun kemampuan meraih penghargaan. Lebih dari itu, generasi juara harus memiliki kepedulian, integritas, serta kesadaran untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Generasi juara bukan hanya generasi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian, integritas, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi bangsa. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah memahami dan melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik ketika sudah waktunya nanti,” tambah Retno.
Melalui Pajak Bertutur 2026, DJP berharap edukasi perpajakan tidak berhenti sebatas pemahaman mengenai pajak, tetapi tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia.
Generasi muda diharapkan mampu memahami bahwa berbagai pembangunan yang dirasakan masyarakat merupakan bagian dari kontribusi bersama. Karena itu, kesadaran pajak perlu dibangun jauh sebelum seseorang memiliki kewajiban perpajakan.
Tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” pun menjadi pesan bahwa pajak dan generasi muda memiliki kaitan dengan masa depan bangsa. Pajak menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan, sementara generasi muda merupakan penerus yang akan melanjutkan pembangunan tersebut.
Pajak Bertutur 2026 akhirnya bukan sekadar kegiatan edukasi yang berlangsung sehari. Dari ruang-ruang kelas, DJP berupaya menanamkan pemahaman bahwa menjadi warga negara yang baik juga berarti memahami peran dan tanggung jawab dalam pembangunan.
Sebab, generasi juara bukan hanya mereka yang mampu mengukir prestasi, tetapi juga generasi yang sejak dini memahami bahwa masa depan Indonesia dibangun melalui kontribusi bersama.













