Pendidikan

UPGRIP Dorong Mahasiswa Pascasarjana Tuntaskan Tesis Berkualitas, Rektor: AI Boleh Digunakan, Etika Jangan Dihilangkan

×

UPGRIP Dorong Mahasiswa Pascasarjana Tuntaskan Tesis Berkualitas, Rektor: AI Boleh Digunakan, Etika Jangan Dihilangkan

Sebarkan artikel ini
(Momen foto bersama pembukaan Pelatihan Penulisan Tesis Program Pascasarjana UPGRIP di Gedung Guru Sumatera Selatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus mendorong mahasiswa Program Pascasarjana tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan tesis yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam Pelatihan Penulisan Tesis Program Pascasarjana UPGRIP yang digelar di Gedung Guru Sumatera Selatan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. Turut hadir Ketua BPH UPGRIP Dr. Hj. Meila Rosani, SH., M.H., Direktur Pascasarjana UPGRIP Dr. Reva Maria Valianti, SE., M.Pd., MM., para ketua program studi diantaranya Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Dr. Riswan Aradea,, M.M., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Aswadi Jaya, M.M., M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Yessy Fitriani, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pedagogi Dr. Dian Nuzulia Armeiriena, M.Pd., Ketua GPM Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., Kabag TU Dr. Sri Wahyu Indrawati, M.Pd. tamu undangan serta mahasiswa peserta pelatihan.

Kegiatan ini menghadirkan dosen-dosen dari Universitas PGRI Palembang sendiri sebagai narasumber, yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kepakaran di bidang masing-masing yakni “Etika Penulisan Tesis” yang akan disampaikan oleh Dr. Reva Maria Valianti, SE., M.Pd., M.M., “Mendeley” disampaikan oleh Dr. Aswadi Jaya, M.M., M.Pd, sementara Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., dengan judul “Integritas Akademik dalam Penulisan Tesis”.

Setelah mendapatkan materi inti dari para narasumber, peserta kemudian memperoleh pendampingan dan materi yang disesuaikan dengan program studi masing-masing. Pada Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Dr. Riswan Aradea, M.M., menyampaikan materi Bab I dan II, dan Dr. Hj. Nurlina, M.M. menyampaikan materi Bab III, IV dan V

Pada Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Assoc. Prof. Dr. Tahrun, M.Pd., Bab I dan II sedangkan Dr. Mulyadi, M.A menyampaikan materi terkait penyusunan Bab III Bab IV, dan Bab V

Sementara Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Yessy Fitriani, M.Pd menyampaikan Bab I dan II, Dr. Dian Nuzulia Armeriena, M.Pd membahas Bab III, IV dan V
Magister Pedagogi Dr. Januardi, M.Si membahas materi Bab I dan II sedangkan Dr. Heri Setianto, M.Sc menyampaikan materi Bab III, IV dan V.
Masing masing narasumber dimoderatori oleh Dr. Aswadi Jaya, M.Pd., Dr. Dian Nuzulia Armeriena, M.Pd, Dr. Imelda Ratu Ayu, M.Pd., Dr. Sri Wahyu Indrawati, M.Pd, (Cand) Dewi Rosanti, M.Si dan Yudi Irwansi, S.T., M.T.

(Suasana peserta saat mengikuti kegiatan)

Direktur Pascasarjana UPGRIP Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M. mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 137 mahasiswa dari empat program magister.

Rinciannya, 17 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, 14 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris, 83 mahasiswa Magister Manajemen dan 23 mahasiswa Magister Pedagogi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para mahasiswa mampu menyusun sistematika penulisan tesis. Dan kami berharap mahasiswa bisa selesai tepat waktu dan berkualitas,” harap Reva.

Menurutnya, kemampuan memahami sistematika dan tata cara penulisan tesis menjadi salah satu bagian penting agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan baik serta sesuai dengan standar akademik yang ditetapkan UPGRIP.

Sementara itu, Ketua BPH UPGRIP Dr. Hj. Meila Rosani, SH., M.H. mengapresiasi Pascasarjana UPGRIP yang terus konsisten melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Kami berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kami juga berpesan agar penulisan tesis tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki judul yang up to date,” jelasnya.

Ia mendorong mahasiswa memilih topik penelitian yang aktual dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan.

(Suasana peserta saat mengikuti kegiatan)

Salah satunya, kata Meila, penelitian mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Menurutnya, topik seperti itu dapat dikaji secara akademis sekaligus memberikan masukan yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

“Jadi tesis tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban untuk mendapatkan gelar, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dan masukan terhadap berbagai persoalan yang sedang berkembang,” ujarnya.

Di hadapan mahasiswa, Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. menekankan pentingnya mahasiswa Pascasarjana menyelesaikan studi tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas karya ilmiah.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan pedoman akademik UPGRIP sebagai acuan utama dalam penyusunan tesis dan tidak menggunakan pedoman dari perguruan tinggi lain.

“Jangan sampai mahasiswa berpedoman pada buku pedoman perguruan tinggi lain, karena beda selingkungnya, isinya pasti beda,” tegasnya.

Bukman menjelaskan, kebijakan pemerintah terkait masa studi mahasiswa Pascasarjana saat ini juga mengalami perubahan. Lama studi minimum ditetapkan 18 bulan, sementara batas maksimum tidak ditentukan secara ketat.

Selain itu, mata kuliah metodologi penelitian tidak lagi ditempatkan pada semester pertama, melainkan semester kedua.

“Perguruan tinggi lain tidak mampu menamatkan dengan 18 bulan, sehingga minimum 24 bulan,” terangnya.

(Momen foto bersama saat pembukaan Pelatihan Penulisan Tesis Program Pascasarjana UPGRIP)

Namun, Rektor menegaskan bahwa mahasiswa Pascasarjana UPGRIP tetap memiliki peluang untuk menyelesaikan studi dalam waktu 18 bulan, dengan catatan mahasiswa maupun dosen sama-sama aktif.

“UPGRIP bisa, asalkan mahasiswa aktif, dosen aktif, termasuk bimbingan. Tidak harus tatap muka, tetapi tetap menjaga sopan santun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bukman juga mengingatkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dan penelitian.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendukung proses pembelajaran dan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap dibarengi dengan etika akademik.

“AI boleh saja digunakan sebagai alat mengajar lebih baik, lebih sempurna, tapi etika dan sopan santun jangan dihilangkan,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghasilkan tesis yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga memiliki kualitas, relevansi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, lulusan Pascasarjana UPGRIP diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai akademik.