Pendidikan

Tesis Tak Boleh Berhenti di Perpustakaan, UPGRIP Dorong Mahasiswa Tembus Jurnal Ilmiah

×

Tesis Tak Boleh Berhenti di Perpustakaan, UPGRIP Dorong Mahasiswa Tembus Jurnal Ilmiah

Sebarkan artikel ini
(Momen foto bersama pembukaan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana UPGRIP di Gedung Guru Sumatera Selatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Tesis mahasiswa tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan, tetapi harus mampu diolah menjadi artikel ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) yang digelar di Gedung Guru Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si yang diwakili Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd. Direktur Pascasarjana UPGRIP Dr. Reva Maria Valianti, SE., M.Pd., MM., para ketua program studi diantaranya Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Dr. Riswan Aradea,, M.M., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Aswadi Jaya, M.M., M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Yessy Fitriani, M.Pd., Ketua Program Studi Magister Pedagogi Dr. Dian Nuzulia Armeiriena, M.Pd., Ketua GPM Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., Kabag TU Dr. Sri Wahyu Indrawati, M.Pd. tamu undangan serta mahasiswa peserta pelatihan.

Direktur Pascasarjana UPGRIP Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M. mengatakan, pelatihan tersebut merupakan kegiatan rutin akademik yang harus dilalui setiap mahasiswa Pascasarjana sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan akademik dan publikasi ilmiah.

“Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin akademik yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa Pascasarjana agar tesis mahasiswa dapat dipublikasikan dalam jurnal sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

(Direktur Pascasarjana UPGRIP Dr. Reva Maria Valianti, SE., M.Pd., MM saat menyampaikan materi)

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 216 mahasiswa yang terdiri dari 24 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, 21 mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris, 151 mahasiswa Manajemen Pendidikan dan 20 mahasiswa Magister Pedagogik.

Menurut Reva, melalui pelatihan tersebut mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mampu menyelesaikan tesis, tetapi juga memahami bagaimana mengolah hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.

Mahasiswa juga dibekali pemahaman untuk menghindari jurnal yang tidak bertanggung jawab, mengidentifikasi temuan dan kebaruan penelitian, memahami proses editorial, menjaga integritas akademik serta mencegah plagiarisme.

“Dengan demikian, tesis yang dihasilkan tidak hanya sebagai karya ilmiah untuk memenuhi tuntutan akademik, tetapi dapat dipublikasikan sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya Pascasarjana UPGRIP meningkatkan kualitas akademik mahasiswa.

(Mahasiswa Pascasarjana UPGRIP saat mengikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah)

Menurutnya, kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah menjadi bagian penting dalam membangun kualitas lulusan Pascasarjana. Tesis, kata dia, tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi perlu diolah menjadi karya ilmiah yang dapat dibaca, dikaji dan memberikan kontribusi lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini karena publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari perjalanan akademik mahasiswa Pascasarjana. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan tesis, tetapi juga memahami bagaimana mengomunikasikan hasil penelitian secara ilmiah, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dessy menegaskan, kualitas sebuah penelitian tidak hanya ditentukan oleh hasil yang diperoleh, tetapi juga oleh proses dan integritas akademik yang menyertainya. Karena itu, pemahaman mengenai etika penulisan, pencegahan plagiarisme, kebaruan penelitian, pemilihan jurnal yang kredibel hingga proses editorial menjadi bekal penting bagi mahasiswa.

“Jangan sampai mahasiswa memiliki penelitian yang bagus, tetapi tidak mampu mengemas dan mempublikasikannya dengan baik. Sebaliknya, jangan pula mengejar publikasi dengan mengabaikan integritas akademik. Keduanya harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah.

(Momen foto bersama pembukaan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana UPGRIP di Gedung Guru Sumatera Selatan)

Materi pertama yakni Etika Penulisan Artikel Ilmiah disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., dengan moderator Dr. Dian Nuzulia Armariena, M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dan integritas dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Materi kedua yakni Tips dan Trik dalam Publikasi Artikel Ilmiah disampaikan oleh Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M., dengan moderator Dr. Aswadi Jaya, M.Pd. Materi tersebut membekali peserta mengenai strategi dalam mempersiapkan artikel agar memiliki kualitas dan peluang lebih baik untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah.

Selanjutnya, materi Plagiarisme, Teknik dan Tahapan Penulisan Artikel Ilmiah disampaikan oleh Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., dengan moderator Dr. Sri Wahyu Indrawati, M.Pd. Peserta diberikan pemahaman mengenai plagiarisme sekaligus teknik dan tahapan dalam menyusun artikel ilmiah secara sistematis.

Dessy berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi akademik.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak memandang penelitian hanya sebagai kewajiban untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi sebagai sarana menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

“Kami berharap dari pelatihan ini lahir artikel-artikel ilmiah yang berkualitas, memiliki kebaruan dan memberikan manfaat. Dengan demikian, tesis yang dihasilkan mahasiswa Pascasarjana UPGRIP tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi UPGRIP dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas masyarakat,” pungkasnya.