SumselMedia.Com, Palembang-
Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan mengenalkan instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas kepada jurnalis melalui kegiatan Workshop Wartawan–Media Gathering 2026 di Sapphire Meeting Room, Hotel Harper Palembang, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman wartawan mengenai produk investasi pasar modal, khususnya ETF Emas, yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam mengelola dan menjaga nilai kekayaan.
Kepala Wilayah BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono, mengatakan investasi emas memiliki peran penting dalam menjaga nilai kekayaan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Investasi emas tidak membuat kaya, tapi membuat kita tetap kaya,” ujar Hari.
Menurutnya, emas lebih tepat dipandang sebagai salah satu instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, bukan semata-mata sebagai sarana memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan, masyarakat memiliki beragam pilihan untuk berinvestasi emas. Pemilihan instrumen perlu disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta kemampuan masing-masing investor.
“Ada berbagai macam investasi emas, tergantung instrumen apa yang kita pilih sesuai kebutuhan, mulai dari emas fisik, emas digital dan juga ETF emas,” katanya.
Hari menambahkan, emas dikenal secara global sebagai aset yang memiliki nilai dan dapat diperdagangkan di berbagai negara. Karakteristik tersebut membuat emas diminati masyarakat sebagai salah satu pilihan diversifikasi investasi.
“Kita selalu menganjurkan investasi emas, karena emas itu jadi mata uang dunia, yang bisa dijual kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, daya tarik emas berkaitan dengan karakteristiknya yang kerap menjadi aset lindung nilai atau safe haven, terutama ketika terjadi gejolak ekonomi dan geopolitik dunia.
Menurut Hari, ketidakpastian dapat memberikan dampak berbeda terhadap pasar saham dan emas. Ketika kondisi global menekan prospek bisnis perusahaan, sebagian investor cenderung mencari aset yang dinilai mampu membantu menjaga nilai kekayaan.
“Pasar saham sangat membenci ketidakpastian dan ketidakstabilan karena mengganggu performa bisnis perusahaan, sedangkan emas justru ‘menyukai’ ketidakstabilan tersebut. Ketika terjadi gejolak geopolitik global, perang, atau pandemi, harga emas cenderung melonjak karena berfungsi sebagai safe haven atau tempat berlindung yang aman bagi arus kas,” jelasnya.
Meski demikian, harga emas tidak selalu mengalami kenaikan ketika terjadi gejolak. Pergerakannya tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti nilai tukar dolar Amerika Serikat, suku bunga, permintaan global, dan perilaku investor di pasar keuangan.
Karena itu, pemahaman terhadap karakteristik instrumen investasi menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risiko masing-masing.
ETF Emas, Alternatif Investasi Melalui Pasar Modal
ETF Emas menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas melalui mekanisme pasar modal.
Berbeda dengan emas fisik yang disimpan secara langsung, ETF diperdagangkan di bursa seperti saham. Investor dapat membeli dan menjual unit ETF melalui mekanisme perdagangan pasar modal sesuai ketentuan produk yang dipilih.
Instrumen ini menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada emas tanpa harus menangani penyimpanan emas fisik secara langsung. Namun, investor tetap perlu memahami biaya transaksi, likuiditas, mekanisme produk, serta risiko perubahan harga.
ETF Emas juga tidak menjamin keuntungan. Nilai investasinya dapat naik maupun turun mengikuti pergerakan aset acuan dan mekanisme produk yang digunakan.
Melalui kegiatan Workshop Wartawan–Media Gathering 2026, BEI Sumatera Selatan mendorong peningkatan literasi pasar modal, khususnya mengenai alternatif investasi emas yang dapat diakses melalui bursa.
Wartawan diharapkan dapat meneruskan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, termasuk mengenai manfaat, karakteristik, serta risiko setiap instrumen investasi.
Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu menentukan pilihan investasi secara bijak, tidak sekadar mengikuti tren, serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan kemampuan menanggung risiko.













