SumselMedia.Com, Palembang-
Kota Palembang memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari bangunan bersejarah, rumah adat, kuliner khas hingga kerajinan tradisional yang menjadi kebanggaan Sumatera Selatan. Potensi tersebut diperkenalkan Carnaval Holiday Tour and Travel kepada puluhan peserta The 12th World ANXI Conference melalui kegiatan city tour ke sejumlah destinasi unggulan di Kota Palembang.
Sebanyak lebih dari 85 peserta dari Malaysia dan Singapura mengikuti perjalanan wisata yang difasilitasi Carnaval Holiday Tour and Travel, yang juga merupakan anggota Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Travel Agent Indonesia (DPD Astindo) Sumatera Selatan. Rombongan diberangkatkan menggunakan tiga unit bus yang didampingi pemandu wisata dan dipimpin langsung Direktur Carnaval Holiday Tour and Travel sekaligus Ketua DPD Astindo Sumsel, Hendra Oeij.
Dalam rangkaian city tour tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi, di antaranya Museum Balaputra Dewa di Jalan Srijaya, Rumah Limas di kawasan Demang Lebar Daun, serta berbagai pusat kuliner, kerajinan dan oleh-oleh khas Palembang.
Direktur Carnaval Holiday Tour and Travel, Hendra Oeij, mengatakan kegiatan city tour tersebut merupakan bagian dari pelayanan wisata bagi peserta konferensi internasional yang diselenggarakan di Palembang.
“Setelah mengikuti konferensi, kami mengajak para peserta menikmati destinasi wisata yang ada di Kota Palembang. Sebelumnya, konferensi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan kuliner Palembang kepada para tamu mancanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta konferensi merupakan warga keturunan marga ANXI yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Singapura. Dari sekitar 500 peserta konferensi, sebagian mengikuti kegiatan wisata sebelum kembali ke negara masing-masing.
Menurut Hendra, kunjungan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi pariwisata Sumatera Selatan kepada wisatawan internasional sekaligus mendorong semakin banyak wisatawan asing datang ke Palembang.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk menggerakkan sektor pariwisata. Ketika wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan negara lainnya datang ke Palembang, mereka bisa melihat langsung daya tarik kota ini dan menceritakannya kembali setelah pulang ke negara masing-masing,” katanya.
Selain Museum Balaputra Dewa dan Rumah Limas, rombongan juga diajak mengunjungi Masjid Cheng Ho, menikmati wisata Sungai Musi dan panorama Jembatan Ampera, serta singgah di kawasan Benteng Kuto Besak yang menjadi salah satu ikon Kota Palembang.
Peserta juga mendapatkan kesempatan mengenal kekayaan budaya lokal melalui kunjungan ke pengrajin songket. Di Rumah Limas, wisatawan dapat melihat rumah tradisional Palembang sekaligus mencoba pakaian adat untuk mengabadikan momen kunjungan mereka.
Perjalanan dilanjutkan dengan menikmati makan siang bersama di salah satu kafe dan restoran di Palembang. Rombongan kemudian dijadwalkan mengunjungi pusat belanja kain batik khas Palembang, kain jumputan, serta pusat oleh-oleh makanan tradisional dan suvenir berciri khas Kota Pempek.
Hendra menuturkan, pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang dikunjungi, tetapi juga kualitas pelayanan dan kesan yang dibawa wisatawan setelah perjalanan berakhir.
Ia mengaku senang melihat antusiasme para peserta selama mengikuti city tour. Menurutnya, respons positif juga terlihat dari penerimaan mereka terhadap kuliner khas Palembang.
“Antusiasme mereka luar biasa. Para peserta terlihat senang dan menikmati perjalanan. Makanan di Palembang juga cocok dengan selera mereka. Kami berharap pengalaman menyenangkan ini menjadi kenangan manis sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung ke Palembang,” ungkapnya.
Sebagai Ketua DPD Astindo Sumsel, Hendra menegaskan pihaknya bersama para anggota berkomitmen untuk saling mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan serta mempromosikan destinasi unggulan di Sumatera Selatan.
Ia menilai penyelenggaraan konferensi internasional seperti The 12th World ANXI Conference dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, terutama jika dimanfaatkan melalui paket wisata tambahan sebelum atau setelah kegiatan utama berlangsung.
Menurutnya, Palembang memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, kuliner, sekaligus kota yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Palembang tidak hanya memiliki fasilitas untuk mendukung kegiatan konferensi internasional, tetapi juga destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kegiatan seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Sumatera Selatan kepada lebih banyak wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Meski demikian, Hendra berharap pemerintah terus meningkatkan dukungan terhadap sektor pariwisata, khususnya dari sisi infrastruktur dan pembenahan sejumlah objek wisata yang masih membutuhkan perhatian.
Ia optimistis, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha perjalanan wisata, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat daya saing pariwisata Sumatera Selatan.
“Kami berharap para peserta membawa pulang pengalaman yang menyenangkan dari Palembang. Setelah kembali ke negara masing-masing, mereka bisa berbagi cerita dan merekomendasikan destinasi yang telah dikunjungi kepada keluarga, teman, maupun jaringan mereka,” pungkasnya.
Melalui kegiatan city tour ini, Carnaval Holiday Tour and Travel bersama DPD Astindo Sumsel turut mendorong promosi pariwisata Palembang melalui pengalaman langsung wisatawan mancanegara. Harapannya, kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda pendamping konferensi, tetapi berkembang menjadi peluang promosi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Bumi Sriwijaya. (Ant)













