Ekobis

ARYADUTA Palembang Hidupkan Kembali Warisan Kuliner Lewat SAPTA RASA

×

ARYADUTA Palembang Hidupkan Kembali Warisan Kuliner Lewat SAPTA RASA

Sebarkan artikel ini
(Sapta Rasa)

SumselMedia.Com, Palembang-

ARYADUTA Palembang kembali menghadirkan inovasi kuliner yang memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern melalui program unggulan bertajuk “SAPTA RASA.” Program ini menjadi bentuk nyata komitmen hotel dalam mengangkat dan melestarikan kekayaan kuliner khas Palembang agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Pada edisi terbaru, ARYADUTA Palembang memperkenalkan menu spesial “Nasi Minyak Cito Raso,” sebuah hidangan legendaris yang sarat nilai sejarah. Dahulu, nasi minyak dikenal sebagai sajian eksklusif yang hanya disuguhkan di lingkungan kesultanan dan untuk tamu kehormatan. Tak sekadar makanan, hidangan ini menjadi simbol kemewahan, penghormatan, serta identitas budaya Palembang.

Kini, melalui sentuhan kreatif para chef, Nasi Minyak Cito Raso dihadirkan dengan tampilan lebih modern tanpa meninggalkan keaslian rasa. Perpaduan lauk seperti kentang mustofa, ayam kecap, dan daging malbi menghadirkan harmoni rasa gurih, manis, dan kaya rempah dalam satu sajian yang menggugah selera.

Menu istimewa ini ditawarkan dengan harga Rp 89.000 per porsi, serta tersedia Paket Family untuk empat orang seharga Rp 349.000, menjadikannya pilihan tepat untuk dinikmati bersama keluarga maupun dalam momen kebersamaan.

Marketing Communication ARYADUTA Palembang, Larasati Syahputri, menegaskan bahwa program SAPTA RASA bukan sekadar menghadirkan makanan, tetapi juga menghidupkan kembali cerita di balik setiap hidangan.

“Melalui SAPTA RASA, kami ingin membawa kembali cita rasa yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Palembang. Nasi Minyak Cito Raso bukan hanya hidangan, tetapi warisan budaya yang kami hadirkan kembali agar tetap dikenal dan dinikmati generasi masa kini,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Dengan hadirnya program ini, ARYADUTA Palembang berharap dapat memberikan pengalaman bersantap yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya—menghubungkan masa lalu dengan masa kini dalam setiap suapan.