SumselMedia.Com, Palembang-
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan terus mempercepat transformasi digital keuangan daerah melalui penguatan sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Komitmen ini diwujudkan lewat kegiatan Capacity Building dan Coaching Clinic Evaluasi Kinerja (Championship) TP2DD se-Sumatera Selatan yang digelar pada 7–8 April 2026 di Palembang.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Dalam rangkaian acara tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga meluncurkan inovasi digital terbaru, yakni Sistem Informasi Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi (SIGUNTANG). Sistem ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
SIGUNTANG hadir sebagai terobosan dalam meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah melalui sistem penagihan pajak kendaraan bermotor yang terintegrasi, akurat, dan berbasis digital. Dengan sistem ini, pemerintah daerah diharapkan mampu lebih mudah menelusuri objek pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mendorong penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat.
Kegiatan capacity building turut menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Puji Gunawan, yang memaparkan arah kebijakan strategis nasional serta implementasi ETPD di daerah. Materi ini menjadi penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda transformasi digital nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, M Aries Permadi, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah memiliki peran vital dalam mendorong tata kelola keuangan yang lebih baik.
“Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga menjadi katalis dalam memperkuat akuntabilitas serta optimalisasi pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa coaching clinic yang dilakukan juga bertujuan mendampingi pemerintah daerah dalam pengisian evaluasi kinerja TP2DD agar lebih akurat, komprehensif, dan mencerminkan capaian implementasi ETPD di masing-masing wilayah.
Menurut Aries, Championship TP2DD menjadi instrumen strategis untuk mendorong peningkatan kinerja melalui evaluasi, benchmarking, serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta industri perbankan guna mempercepat digitalisasi keuangan daerah.
Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan tercipta tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan asli daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.













