Religi

Dharma Santi Nyepi 2026 Dirangkaikan dengan Piodalan Pura Agung Sriwijaya Palembang

×

Dharma Santi Nyepi 2026 Dirangkaikan dengan Piodalan Pura Agung Sriwijaya Palembang

Sebarkan artikel ini
(Pengawas PABSS Provinsi Sumatera Selatan, Dr. IGB Surya Negara)

SumselMedia.Com, Palembang-

Dalam rangka memperingati Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026, Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABSS) menyelenggarakan Dharma Santi Nyepi 2026 yang dirangkaikan dengan Piodalan Pura Agung Sriwijaya Palembang, pada Kamis, 2 April 2026, bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Kedasa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu di Provinsi Sumatera Selatan dalam mempererat tali persaudaraan, meningkatkan nilai spiritualitas, serta memperkuat semangat toleransi antar umat beragama.

Pengawas PABSS Provinsi Sumatera Selatan, Dr. IGB Surya Negara, menyampaikan bahwa Dharma Santi dan piodalan ini memiliki makna yang sangat strategis, tidak hanya dalam aspek keagamaan tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Momentum ini tidak hanya memperkuat spiritualitas umat Hindu, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan serta memperkokoh nilai toleransi dan kebhinekaan di Sumatera Selatan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Pura Agung Sriwijaya diresmikan oleh Try Sutrisno pada 9 Juni 1982, saat menjabat sebagai Pangdam IV Sriwijaya di Palembang. Pura ini memiliki kedudukan strategis, tidak hanya sebagai tempat suci (sungsungan) umat Hindu di Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai pura wilayah Indonesia Bagian Barat dalam konsep Padma Buana Nusantara, di mana pusatnya berada di Pura Agung Pitamaha di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Sejak tahun 2026, penyelenggaraan piodalan dan Dharma Santi secara resmi dilaksanakan oleh PABSS, sebagaimana peran lembaga adat (desa pakraman) di Bali yang mengelola kegiatan keagamaan berbasis adat dan budaya.

Dalam pelaksanaan upacara piodalan, selama ini yang bertindak sebagai Yajamana adalah Ida Pedanda Putra Singarsa Manuaba, yang oleh PABSS juga dikukuhkan sebagai Yajamana seumur hidup terhitung mulai tahun 2026.

Sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan umat Hindu, sistem pengemong karya tetap dilaksanakan, di mana setiap kabupaten di Sumatera Selatan mendapat giliran dalam menyiapkan sarana upacara (banten).

Untuk tahun ini, pengemong karya dilaksanakan oleh umat Hindu Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), sedangkan umat Hindu Kota Palembang berperan sebagai panitia penunjang pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya.

Dr. IGB Surya Negara menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, umat Hindu terus menjaga dan mengembangkan tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur, sekaligus memperkuat kontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan mendukung persatuan bangsa,” tegasnya.

Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Gubernur Sumatera Selatan, Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Bupati Badung, Bupati Banyuasin, Bupati OKU Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu di Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan juga dijadwalkan mengukuhkan Pengurus PABSS tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Sumatera Selatan.

Selain sebagai ajang silaturahmi (Dharma Santi), kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebhinekaan, persatuan, serta toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus upaya mencegah dan menangkal paham atau aliran yang tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Ketua PABSS Provinsi Sumatera Selatan, Ir. I Made Sutama, melalui nomor 087795574900.