Pendidikan

Dosen BK UPGRIP Raih Doktor di UM, Bukti Komitmen Kampus Cetak Akademisi Berkualitas

×

Dosen BK UPGRIP Raih Doktor di UM, Bukti Komitmen Kampus Cetak Akademisi Berkualitas

Sebarkan artikel ini
(Suasana foto bersama usai sidang tertutup)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menorehkan prestasi akademik melalui salah satu dosennya. Arizona, dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Negeri Malang (UM) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dalam masa studi 3 tahun 7 bulan. Pencapaian tersebut sekaligus menambah deretan doktor di lingkungan UPGRIP menjadi yang ke-112.

Gelar doktor diraih Arizona melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Konseling Kelompok Teknik Restrukturisasi Kognitif dan Relaksasi Berbantuan Musik Gending Sriwijaya untuk Mereduksi Kecemasan Sosial Murid SMA”. Penelitian tersebut menghadirkan inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan memadukan pendekatan psikologis modern dan kearifan lokal Sumatera Selatan melalui musik tradisional Gending Sriwijaya.

(Suasana foto bersama usai sidang tertutup)

Melalui penelitian ini, Arizona mengembangkan model konseling kelompok yang mengintegrasikan teknik restrukturisasi kognitif dengan metode relaksasi yang dibantu musik tradisional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya dalam membantu siswa mengatasi kecemasan sosial serta meningkatkan kepercayaan diri dalam lingkungan belajar.

Selama menempuh pendidikan doktoral, Arizona juga tercatat sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), program beasiswa nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di berbagai bidang strategis, termasuk pendidikan.

Arizona merupakan putra dari pasangan Bapak Karno dan Ibu Zainuyah yang berasal dari Desa Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Keberhasilannya meraih gelar doktor tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat daerah asalnya, tetapi juga bagi sivitas akademika Universitas PGRI Palembang yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

(Suasana foto bersama usai sidang tertutup)

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Arizona merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mendorong dosen untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik serta menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen Universitas PGRI Palembang mampu bersaing di tingkat nasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kami terus mendorong para dosen untuk melanjutkan studi hingga jenjang doktor serta menghasilkan penelitian yang inovatif dan berdampak bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM, M.Si.

Rektor juga menambahkan bahwa pencapaian doktor ke-112 ini semakin memperkuat posisi Universitas PGRI Palembang sebagai salah satu perguruan tinggi yang serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sumatera Selatan. Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

(Suasana foto bersama usai sidang tertutup)

“Dengan semakin banyaknya dosen bergelar doktor, kualitas akademik di Universitas PGRI Palembang tentu akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi perguruan tinggi unggul yang menghasilkan lulusan kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” tambahnya.

Penelitian yang dilakukan Arizona diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling, khususnya dalam menghadirkan model layanan konseling berbasis budaya lokal. Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah dengan metode ilmiah dalam mendukung kesehatan mental serta perkembangan sosial peserta didik di sekolah.

UPGRIP sendiri terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian inovatif, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di masa depan.