SumselMedia.Com, Palembang-
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Rapat Koordinasi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Kepala Sekolah dalam rangka pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Tahun Akademik 2025/2026, Aula Gedung Guru Provinsi PGRI Sumsel, Rabu (25/2/2026).
Dihadiri oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. diwakili oleh Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., Dekan FKIP Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd., Wakil Dekan 1 Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Bayu Iswana, M.Or., Plh. Kabag. Media Center, Promosi, dan Dokumentasi Dr. A. Heryanto, S.Pd., M.Sn., para pejabat dilingkungan UPGRIP, para Kepala Sekolah, guru pamong, dan dosen pembimbing lapangan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan PLP berjalan optimal, terarah, dan mampu mencetak calon guru profesional yang siap terjun ke dunia pendidikan.
PLP merupakan mata kuliah wajib yang ditempuh mahasiswa FKIP pada Semester 6 dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini dirancang untuk membina mahasiswa agar memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon tenaga pendidik.

Pada Semester Genap TA 2025/2026, sebanyak 1.220 mahasiswa dari 13 Program Studi akan mengikuti PLP dan ditempatkan di 85 sekolah di Kota Palembang, meliputi: 4 TK/PAUD, 55 Sekolah Dasar, 6 SMP, 16 SMA dan 4 SMK. Setiap sekolah akan menerima 12–16 mahasiswa, kecuali Program Studi PAUD yang diikuti 6 mahasiswa per sekolah.
Dekan FKIP UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd. menegaskan bahwa PLP bukan sekadar praktik mengajar, tetapi proses pembentukan karakter dan profesionalisme calon guru.
“PLP menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menguasai keterampilan dasar mengajar, memahami karakteristik peserta didik, merancang modul ajar, hingga melakukan evaluasi pembelajaran. Kami ingin lulusan FKIP UPGRIP benar-benar siap dan unggul saat memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum diterjunkan ke sekolah, mahasiswa telah dibekali mata kuliah prasyarat seperti Perencanaan Pembelajaran, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, serta Microteaching dan dinyatakan lulus ujian praktik.

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan, PLP didampingi oleh 88 dosen pembimbing lapangan yang berasal dari berbagai program studi strata 1 dan strata 2 di lingkungan FKIP UPGRIP.
Rinciannya meliputi: 2 dosen pembimbing TK/PAUD, 55 dosen pembimbing SD, 6 dosen pembimbing SMP, 21 dosen pembimbing SMA dan 4 dosen pembimbing SMK.
Sistem dan mekanisme pembimbingan mengacu pada Buku Pedoman Pelaksanaan PLP TA 2025/2026, sehingga proses monitoring dan evaluasi berjalan sistematis.
Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si diwakili oleh Wakil Rektor III Assoc. Prof. Drs. Sukardi, M.Pd menegaskan bahwa UPGRIP terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berbasis praktik dan kebutuhan lapangan.
“Universitas PGRI Palembang menempatkan kualitas lulusan sebagai prioritas utama. Melalui PLP, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung berinteraksi dengan siswa, guru, kepala sekolah, bahkan orang tua. Inilah keunggulan kami dalam menyiapkan tenaga pendidik yang adaptif, profesional, dan berdaya saing,” katanya.

Keunggulan FKIP UPGRIP terletak pada:
Integrasi teori dan praktik berbasis MBKM, Kemitraan luas dengan sekolah negeri dan swasta, Pembekalan pembuatan Modul Ajar sesuai Kurikulum Merdeka dan Supervisi intensif oleh dosen pembimbing.
Dengan pelaksanaan PLP yang terstruktur dan kolaboratif, FKIP UPGRIP optimistis mampu melahirkan guru-guru muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Rapat koordinasi ini sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan sekolah sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Kota Palembang.
Melalui PLP 2026, FKIP Universitas PGRI Palembang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggulan di Sumatera Selatan yang konsisten mencetak guru profesional untuk masa depan bangsa.













