SumselMedia.Com, Lahat-
Komitmen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) dalam mencetak generasi muda kreatif dan berdaya saing global terus diwujudkan melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat. Kali ini, dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi UPGRIP Palembang melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Inovasi Aman, Masa Depan Cemerlang: Membangun Kesadaran dan Melindungi Karya Siswa Melalui Peran Hak Kekayaan Intelektual (HKI)” di SMK Negeri 2 Lahat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta guru mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya, inovasi, dan produk kreatif yang dihasilkan di lingkungan sekolah, khususnya pada bidang kewirausahaan dan pembelajaran vokasi.

Tim PkM diketuai oleh Dr. Riswan Aradea, SP., M.M, dengan anggota dosen berkompeten yakni Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., Dr. Januardi, S.Pd., M.Si., Hendri Gunawan, S.Pd., M.M., dan Nova Pratiwi, M.Pd, serta didukung oleh dua mahasiswa UPGRIP Palembang, Rino Ahmad Setiawan dan Linda. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi bukti nyata keunggulan UPGRIP dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dr. Riswan Aradea menjelaskan bahwa di era digital saat ini, kreativitas siswa berkembang sangat pesat, mulai dari produk kewirausahaan, desain, karya tulis, hingga inovasi teknologi. Namun, masih banyak karya siswa yang belum terlindungi secara hukum.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan siswa bahwa karya yang mereka hasilkan memiliki nilai ekonomis dan legal yang sangat besar jika dilindungi melalui HKI,” jelasnya.

Berbagai materi strategis disampaikan secara interaktif dan aplikatif. Dr. Riswan Aradea memaparkan materi tentang menjadi generasi kreatif dan berdaya saing melalui produk inovatif ber-HKI. Dr. Neta Dian Lestari membahas penerbitan HKI dalam mendukung kemajuan kreativitas siswa, sementara Dr. Januardi mengulas problematika rendahnya kreativitas dan inovasi produk kewirausahaan siswa SMK.
Materi lainnya disampaikan oleh Hendri Gunawan terkait sinkronisasi pendidikan ekonomi, akuntansi, dan kewirausahaan dalam pengembangan produk kreatif, serta Nova Pratiwi yang mengangkat kurikulum pembelajaran berbasis hasil karya inovatif siswa.

Antusiasme siswa dan guru SMK Negeri 2 Lahat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Diskusi aktif dan contoh kasus nyata membuat siswa semakin memahami bahwa HKI tidak hanya milik pelaku usaha besar, tetapi juga sangat relevan bagi pelajar yang memiliki ide kreatif sejak dini.
Pihak SMK Negeri 2 Lahat menyampaikan apresiasi atas kontribusi UPGRIP Palembang dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, khususnya dalam pendampingan kewirausahaan, inovasi produk, serta pendaftaran HKI bagi karya siswa.
Melalui kegiatan PkM ini, UPGRIP Palembang kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berkomitmen mencetak lulusan pendidik dan generasi muda yang kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha, serta sadar hukum. UPGRIP Palembang terus membuka ruang kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju pendidikan berkualitas dan masa depan Indonesia yang cemerlang.













