SumselMedia.Com, Ogan Ilir-
Di tengah transformasi digital dan tantangan menuju Indonesia Emas 2045, sepotong kisah inspiratif hadir dari balik dinding kantor PT PLN (Persero) UP3 Ogan Ilir. Seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) memilih untuk tidak hanya berkutat dengan teori di ruang kelas, melainkan turun langsung merasakan dunia kerja melalui program magang.
Bukan tanpa alasan mahasiswa ini memilih PLN UP3 Ogan Ilir sebagai tempat mengasah kompetensi. Baginya, pendidikan masyarakat bukan sekadar ilmu yang berhenti di atas kertas, melainkan sebuah pendekatan hidup yang harus diuji langsung di lapangan.
Bersama tim magangnya, ia terlibat aktif dalam berbagai aktivitas administrasi perusahaan, mulai dari pengelolaan dokumen, dukungan kegiatan operasional, hingga turut serta dalam agenda-agenda kelembagaan yang menjadi aktivitas kerja PLN UP3 sehari-hari.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Ade Maydha DPA, S.E., M.M., selaku supervisor lapangan, mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk memahami bagaimana teori-teori pembelajaran orang dewasa atau andragogi yang selama ini ia pelajari di bangku kuliah, benar-benar hidup dan relevan dalam konteks dunia profesional.
Prinsip experiential learning dan lifelong learning yang menjadi fondasi keilmuan Pendidikan Masyarakat, ia rasakan langsung wujudnya: belajar bukan dari hafalan, melainkan dari pengalaman nyata yang membentuk kompetensi dan karakter dan penerapan pembelajaran Andragogi.
“Magang ini bukan sekadar kewajiban akademik. Ini adalah ruang bagi saya untuk membuktikan bahwa ilmu Pendidikan Masyarakat punya tempat di mana saja, termasuk di sektor kelistrikan yang menopang hajat hidup orang banyak,” ucap Enca, mahasiswa merefleksikan pengalamannya selama menjalani program.
Program magang ini pun menjadi cerminan nyata dari semangat generasi muda Indonesia dalam menyongsong bonus demografi dan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045 sebuah proses panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil seperti ini: mahasiswa yang berani keluar dari zona nyaman kampus, belajar disiplin kerja, etika profesional, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri seperti PT PLN (Persero) UP3 Ogan Ilir ini diharapkan dapat terus terjalin, membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sekaligus memperkuat jembatan antara teori akademik dan kebutuhan riil di lapangan kerja.













