SumselMedia.Com, Palembang-
National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi langkah Kapolrestabes Palembang yang memberikan fasilitas pembuatan SIM D secara gratis bagi atlet disabilitas di Sumatera Selatan.
Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian aparat kepolisian dalam mendukung kemandirian serta kesetaraan bagi penyandang disabilitas, khususnya para atlet.
“Saya selaku Ketua NPCI Sumsel mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolrestabes Palembang beserta jajaran Satuan Lalu Lintas. Ini merupakan langkah konkret dalam memberikan kemudahan bagi atlet disabilitas untuk memperoleh SIM D,” ujar Rian, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya sebatas pemberian fasilitas, tetapi juga menjadi simbol dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup serta kepercayaan diri atlet disabilitas di Sumatera Selatan. Ia berharap sinergi antara kepolisian dan NPCI Sumsel dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak ruang dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, para atlet NPCI Sumsel turut menyampaikan rasa terima kasih atas program tersebut. M. Zaitun, atlet para renang, mengungkapkan bahwa fasilitas SIM D gratis sangat membantu dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Hal senada disampaikan Firmansyah yang menilai program ini memberikan dampak positif bagi kemandirian penyandang disabilitas.
“Dengan adanya SIM ini, kami merasa lebih mandiri dan setara. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolrestabes Palembang,” ujarnya.
Atlet para bowling NPCI Sumsel, Jupri Desiawan, juga menilai program ini sebagai bentuk kepedulian nyata dari kepolisian terhadap para atlet disabilitas.
“Ini bukan sekadar fasilitas, tetapi wujud dukungan nyata bagi kami untuk terus maju dan berprestasi,” katanya.
Program pemberian SIM D gratis ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong inklusivitas serta memperkuat peran atlet disabilitas dalam pembangunan daerah.













