SumselMedia.Com, Palembang-
Organisasi penyandang disabilitas di Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat gerakan inklusif dan berkelanjutan melalui Rapat Besar Organisasi Disabilitas Sumsel 2026 yang digelar di Aula Sentra Budi Perkasa Palembang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang, Gini Toponindro, dan dipimpin langsung Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sumatera Selatan, Saipul. Hadir pula Ketua HWDI Provinsi Sumsel Hikmah, Sekretaris Umum NPCI Sumsel Sudarmono, serta perwakilan berbagai organisasi kedisabilitasan lainnya di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Saipul menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga disabilitas agar perjuangan terhadap kesetaraan hak penyandang disabilitas semakin terarah dan berdampak luas.
“Sinergi dan kolaborasi antarorganisasi sangat diperlukan agar perjuangan terhadap kesetaraan hak penyandang disabilitas dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
Rapat besar tersebut juga menjadi ruang konsolidasi antar lembaga. Masing-masing organisasi diberikan kesempatan memaparkan program kerja sekaligus menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Sementara itu, Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari diwakili oleh Sekretaris Sudarmono menilai penguatan organisasi menjadi langkah penting dalam membangun gerakan disabilitas yang berkelanjutan.
Menurutnya, organisasi yang maju harus memiliki sistem yang baik, sumber daya manusia berkualitas, serta program kerja yang terukur dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
“Selain memperkuat internal organisasi, kita juga harus mampu merangkul kabupaten dan kota agar gerakan kesetaraan ini bisa dirasakan hingga tingkat bawah,” katanya.
Ia mencontohkan NPCI Sumsel yang kini telah terbentuk di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dan seluruhnya telah mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah masing-masing.
Sudarmono menambahkan, pemerataan pemahaman tentang hak dan kesetaraan penyandang disabilitas harus terus diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa agar tercipta lingkungan yang semakin inklusif di Sumatera Selatan.
Menutup paparannya, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya diskusi yang sehat di dalam organisasi.
“Kita bukan hanya harus pandai berpendapat, tetapi juga harus pandai mendengarkan pendapat orang lain,” pungkasnya.







