PGRI

............

Pendidikan

ORMAWA FKIP UPGRIP Gelar Peduli Lingkungan di Bukit Seguntang

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menggelar penanaman pohon Bodhi di Bukit Seguntang, Palembang, Rabu (30/11/2022).

Turut hadir dalam giat tersebut Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof, Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., CIQaR diwakili oleh Wakil Dekan III Dr. Muhamad Idris, M.Pd, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Organisasi Keagamaan Buddha Sumatera Selatan, Kepala Taman Wisata Bukit Seguntang, Mapasaba, Kepala SMA Maitreyawira Palembang, Ketua Pelaksana Lapangan Ahmad Prayoga, Gubernur Mahasiswa BEM FKIP Ahmad Nur Zarkasih, Dosen dan mahasiswa UPGRIP.

(Suasana Penanaman Pohon)

Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof, Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., CIQaR diwakili oleh Wakil Dekan III Dr. Muhamad Idris, M.Pd mengatakan giat peduli lingkungan dengan penanaman pohon Bodhi merupakan program kerja Layanan Kemahasiswaan FKIP UPGRIP yang merupakan upaya pemberian keterampilan softskill mahasiswa FKIP pada bidang kepedulian lingkungan.

“Kegiatan dilaksanakan di Bukit Seguntang Palembang berupa penanaman pohon Bodhi. Pohon Bodhi (Ficus religosa) adalah pohon yang bernilai sakral bagi umat Buddha di bawah pohon Bodhi Sidharta Gautama menerima pencerahan,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan ini juga diiringi dengan giat pelepasan beragam jenis burung ke alam bebas. Burung yang dilepaskan seperti perkutut, tekukur (Spoted dop), pipit, sepah madu yang bertujuan mencintai lingkungan dan melestarikan fauna khas Indonesia.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama FKIP UPGRIP, BEM DPM FKIP, HMPS 13 Program Studi, Mapasaba, Duta FKIP dengan SMA Maitreyawira Palembang, Permabudhi, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya dan Taman Wisata Bukit Siguntang.

(Foto bersama)

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Pelaksana Lapangan Ahmad Prayoga melaporkan peserta kegiatan adalah mahasiswa dan siswa SMA Maitreyawira Palembang. Kegiatan yang dilaksanakan di alam terbuka ternyata mampu menarik minat peserta untuk mengenal lingkungan lebih dekat.

“Dan menariknya, beragam komentar dari peserta kegiatan yang umumnya merasa terkesan, karena kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan lintas agama dan lintas budaya serta ras. Sehingga mampu mengajarkan keberagaman dan keunikan Nusantara bagi dunia,” terangnya.

Dikatakannya, perlu upaya lebih lanjut untuk mengajak lebih banyak warga masyarakat pada kegiatan peduli lingkungan, dengan pemanfaatan media masa offline dan online. sehingga dapat mengedukasi masyarakat dengan beragam lapisan dan kelas sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button