Komunitas

PGRI Sumsel Dorong Guru Pagaralam Kuasai Coding dan AI, Wali Kota: Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi

×

PGRI Sumsel Dorong Guru Pagaralam Kuasai Coding dan AI, Wali Kota: Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi

Sebarkan artikel ini
(Momen foto bersama pembukaan Workshop Coding and AI for Teacher Kota Pagaralam di SMP Negeri 1 Pagaralam)

SumselMedia.Com, Palembang-

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Menghadapi kondisi tersebut, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Hal itu menjadi perhatian Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan melalui Roadshow Workshop Coding and AI for Teacher Kota Pagaralam yang digelar di SMP Negeri 1 Pagaralam, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para guru se-Kota Pagaralam dan dihadiri Wali Kota Pagaralam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pagaralam, Ketua PGRI Kota Pagaralam beserta jajaran, serta Pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan.

Turut hadir Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., Wakil Ketua II PGRI Provinsi Sumatera Selatan Syahrial, S.Pd., M.Si., serta Sekretaris Umum PGRI Provinsi Sumatera Selatan Hery Amirul, S.Pd., M.Si. dihadiri juga oleh Ketua PSLCC PGRI Sumsel Dr. Widya Handayani, S.Pd., M.Si. dan narasumber Dr. Arini Foustry Badri, M.Pd

Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., yang juga menjadi narasumber dalam workshop tersebut, menekankan pentingnya guru memahami perkembangan teknologi, khususnya coding dan AI.

(Para guru saat mengikuti workshop)

Menurut Bukman, perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesiapan dan keterbukaan. Guru perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara tepat sehingga dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Guru harus terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi. Coding dan AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pembelajaran,” ujar Bukman.

Ia menegaskan, kehadiran AI bukan untuk menghilangkan peran guru, melainkan menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu guru menjalankan tugas profesionalnya.

“Teknologi adalah alat. Peran guru tetap sangat penting karena guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, membimbing dan memberikan keteladanan kepada peserta didik,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pagaralam dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, termasuk dalam dunia pendidikan.

Ia mengatakan, guru perlu mengikuti perkembangan teknologi seperti AI dan coding karena teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan.

(Para guru saat mengikuti workshop)

“Kita perlu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman (coding), karena teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan,” ujar Wali Kota.

Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan seiring dengan penguatan pendidikan karakter.

Menurutnya, guru tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI karena pendidikan bukan hanya mengenai penyampaian pengetahuan, tetapi juga pembentukan etika, karakter, tanggung jawab dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Guru tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan, tetapi juga mencakup pembentukan etika, karakter, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemanusiaan yang harus ditanamkan melalui proses pendidikan,” katanya.

Wali Kota menegaskan, guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing, mendidik dan membentuk kepribadian peserta didik.

“Oleh karena itu, guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing, mendidik, dan membentuk kepribadian peserta didik. Teknologi hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran guru,” tegasnya.

(Momen foto bersama pada pembukaan Workshop Coding and AI for Teacher Kota Pagaralam di SMP Negeri 1 Pagaralam)

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, ia berharap pendidikan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

“Dengan demikian, pendidikan dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, beretika, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Roadshow Workshop Coding and AI for Teacher tersebut menjadi bagian dari upaya PGRI Sumsel dalam mendorong peningkatan kompetensi guru menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.

Para peserta mendapatkan wawasan mengenai coding dan pemanfaatan AI yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara PGRI, pemerintah daerah dan para pendidik dalam mempersiapkan guru menghadapi perubahan ekosistem pendidikan di era digital.

Melalui penguasaan teknologi yang dibarengi penguatan karakter, guru diharapkan mampu menjadi pendidik yang adaptif, kreatif dan inovatif, sekaligus tetap menjalankan peran utama sebagai pembimbing dan pembentuk karakter generasi masa depan.