SumselMedia.Com, Palembang-
Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 H yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (24/02/2026), dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pelaku Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sumsel.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengajian Ramadan, salat Isya, dan tarawih tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan dan mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekosistem keuangan syariah.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi sarana strategis dalam mempererat sinergi antara Pemprov Sumsel, Forkopimda, dan instansi vertikal di daerah.
“Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda, dan instansi vertikal dalam memperkuat kolaborasi pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Herman Deru.
Penegasan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, yang menilai nilai-nilai spiritual Ramadan harus menjadi landasan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, termasuk dalam mendorong akses keuangan yang lebih merata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor syariah.
“Melalui momentum Ramadan ini, kita mempererat kolaborasi untuk mendorong pemerataan akses pembiayaan agar ekonomi Sumatera Selatan tumbuh inklusif dan berkelanjutan serta menjadikan industri keuangan syariah semakin kuat, transparan, dan dipercaya masyarakat,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah, sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis nilai-nilai religius yang sejalan dengan karakter masyarakat Sumatera Selatan.
Melalui Safari Ramadan 2026 ini, OJK berharap komitmen antar pemangku kepentingan semakin solid dalam memperluas akses layanan keuangan syariah, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang religius, inklusif, dan berkelanjutan.













