SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri dengan menghadirkan workshop hukum digital berskala internasional melalui Fakultas Hukum (FH).
Menggandeng OPPO Indonesia, kegiatan bertajuk Aspek Hukum Promosi Digital UMKM dan Content Creator Berbasis Teknologi Smartphone ini digelar pada Rabu, 11 Februari 2026 di Aula Usman Madjid, Gedung Perpustakaan, Lantai 5, dan diikuti mahasiswa serta peserta dari berbagai kalangan.
Dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Palembang Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., Wakil Rektor IV sekaligus Plt. Dekan Fakultas Hukum Dr. Ramanata Disurya, S.H., M.H., Wakil Dekan sekaligus narasumber Layang Sardana, S.H., M.H., Content Creator/ speaker Macquarie University Sydney Muhammad Hafidz Al-Furqan, dan Manager Trainer OPPO Palembang Herlan, S.Pd., Ketua Program Studi Hukum Bisnis Fakultas Hukum UPGRIP Suryati, S.H., M.H., para dosen/staf dilingkungan Fakultas Hukum UPGRIP.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena tidak hanya menghadirkan siswa siswi SMA di Kota Palembang secara langsung tetapi juga menghadirkan mahasiswa dan praktisi dari UNSW (University of New South Wales) Australia dan Macquarie University Sydney dan peserta dari University at Albany SUNY new york Amerika Serikat secara daring melalui Zoom Meeting. Forum ini sekaligus menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa dalam memahami aspek hukum di era promosi digital yang berkembang pesat, khususnya bagi pelaku UMKM dan content creator berbasis teknologi smartphone.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA) antara PT World Innovative Telecommunication (OPPO Indonesia) dengan Universitas PGRI Palembang serta Program Studi Hukum Bisnis FH UPGRIP.
Kerja sama ini mempertegas langkah UPGRIP dalam membangun kolaborasi nyata dengan industri teknologi guna memperluas peluang pembelajaran praktis, magang, riset terapan, dan peningkatan kompetensi mahasiswa.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Hukum yang dinilai selaras dengan arah pengembangan kampus unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menegaskan bahwa mahasiswa saat ini harus dibekali wawasan hukum digital agar mampu bersaing di dunia kerja modern.
“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa UPGRIP terus bergerak dinamis. Mahasiswa hukum tidak hanya belajar pasal konvensional, tetapi juga harus memahami hukum siber dan bisnis digital agar relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Plt. Dekan Fakultas Hukum UPGRIP, Dr. Ramanata Disurya, M.H., menekankan bahwa literasi hukum digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya aktivitas promosi dan transaksi di ruang siber. Menurutnya, banyak pelaku UMKM dan kreator konten menghadapi risiko hukum karena kurangnya pemahaman regulasi.

“Banyak UMKM dan kreator konten terjebak masalah hukum karena ketidaktahuan. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman dan payung hukum sejak awal agar aktivitas promosi digital berjalan aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Workshop dimoderatori Ketua Program Studi Hukum Bisnis FH UPGRIP, Suryati, S.H., M.H., dan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Manager Trainer OPPO Palembang Herlan, S.Pd., Wakil Dekan FH UPGRIP Layang Sardana, S.H., M.H., serta Muhammad Hafidz Al-Furqan, content creator dan speaker @dagucoklat dari Macquarie University Sidney, Australia. Materi yang dibahas meliputi etika promosi digital, perlindungan data pribadi, risiko hukum konten, hingga hak kekayaan intelektual atas karya digital.
Perwakilan OPPO Indonesia turut memberikan perspektif industri mengenai pemanfaatan perangkat smartphone secara optimal, produktif, dan sesuai koridor hukum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Interaksi aktif antara peserta dan narasumber membuat kegiatan berlangsung hidup dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, UPGRIP kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan sinergi kampus dan industri, memperluas jejaring internasional, serta menyiapkan lulusan yang unggul, melek teknologi, dan siap menghadapi tantangan hukum di era digital.













