Olahraga

Terpilih Aklamasi, Fahmi Ingin Kembalikan Kejayaan Prestasi NPCI Ogan Ilir

×

Terpilih Aklamasi, Fahmi Ingin Kembalikan Kejayaan Prestasi NPCI Ogan Ilir

Sebarkan artikel ini
(Foto bersama Musorkab NPCI Ogan Ilir)

Sumselmedia.com, Ogan Ilir-

Semangat mengembalikan kejayaan olahraga disabilitas di Kabupaten Ogan Ilir menggema dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) III National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Ogan Ilir yang digelar di Gedung Pendopoan KPT Tanjung Senai, Rabu (10/6/2026).

Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Fahmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua NPCI Ogan Ilir periode 2026-2031. Kepercayaan penuh yang diberikan para atlet dan pengurus menjadi modal awal bagi Fahmi untuk membawa kembali NPCI Ogan Ilir ke puncak prestasi, termasuk merebut kembali gelar juara umum Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan.

Musorkab dibuka oleh Plh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Ogan Ilir, Ibnu Hardi, S.Sos., M.Si., serta dihadiri Ketua NPCI Sumatera Selatan Rian Yohwari, Wakil Ketua I M Soleh, Kabiro Pemberdayaan Daerah Suwartomo, Kabiro Humas Sugiarto, jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Fahmi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada organisasi, tetapi juga pada kebangkitan prestasi atlet disabilitas Ogan Ilir yang pernah menjadi kekuatan utama di Sumatera Selatan.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan prestasi NPCI Ogan Ilir yang pernah menjadi juara umum Peparprov. Dengan kebersamaan, saya yakin hal itu bisa diwujudkan kembali,” ujarnya.

Menurut Fahmi, keberhasilan meraih prestasi tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, ia berharap seluruh elemen NPCI Ogan Ilir tetap solid dan kompak, termasuk melibatkan para senior yang telah berpengalaman membangun organisasi.

Ia secara khusus berharap Ketua sebelumnya, Saparudin Gultom, tetap mendampingi kepengurusan baru sebagai sekretaris.

“Kepada Bapak Saparudin Gultom, kami berharap tetap berkenan mendampingi NPCI Ogan Ilir sebagai Sekretaris. Ide-ide dan pengalamannya sangat kami butuhkan untuk membangun organisasi ini ke depan,” katanya.

Sebagai langkah awal, Fahmi akan fokus pada regenerasi atlet. Program jemput bola ke desa-desa menjadi salah satu strategi yang disiapkan guna menemukan bibit-bibit atlet disabilitas potensial yang selama ini belum tersentuh pembinaan.

“Target awal kami adalah regenerasi atlet. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengajak penyandang disabilitas mengembangkan minat dan bakatnya melalui olahraga. Potensi mereka sangat besar dan harus diberikan ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari mengapresiasi dedikasi Saparudin Gultom yang selama ini menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan olahraga disabilitas di Ogan Ilir. Bahkan, menurutnya, perjuangan tersebut telah dimulai sejak organisasi masih bernama Badan Pembinaan Olahraga Cacat (BPOC).

“Semoga apa yang telah diperjuangkan selama ini dapat terus ditingkatkan. Yang paling penting adalah menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan organisasi,” ujar Rian.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan NPCI kepada masyarakat luas agar semakin banyak penyandang disabilitas yang mengetahui keberadaan organisasi tersebut dan bergabung menjadi atlet.

Di hadapan peserta Musorkab, Ketua NPCI Ogan Ilir periode sebelumnya, Saparudin Gultom, mengenang perjalanan panjang membangun organisasi olahraga disabilitas di daerah tersebut. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih saat ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pengurus, pelatih dan atlet.

Perjuangan itu bahkan menghasilkan catatan emas dengan meraih hattrick juara umum Peparprov Sumsel, yakni pada Peparprov I Muara Enim tahun 2017, Peparprov II Prabumulih tahun 2019, dan Peparprov III OKU tahun 2021.

“Ketika itu perjuangan kami tidak mudah. Namun berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, NPCI Ogan Ilir mampu menjadi kekuatan utama olahraga disabilitas di Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Meski demikian, pada Peparprov 2023 dan 2025, gelar juara umum harus lepas ke tangan NPCI Lahat. Saparudin menilai keterbatasan dukungan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pembinaan atlet dan berdampak pada pencapaian prestasi.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan perjuangan sekaligus mengembalikan kejayaan yang pernah diraih NPCI Ogan Ilir.

Dukungan terhadap kebangkitan prestasi NPCI Ogan Ilir juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Plh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Ogan Ilir, Ibnu Hardi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para atlet disabilitas yang selama ini telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional.

“Kami berharap NPCI Ogan Ilir terus berinovasi dalam pembinaan atlet agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir akan terus mendukung karena kami melihat NPCI Ogan Ilir memiliki capaian yang sangat membanggakan,” katanya.

Dengan semangat kepengurusan baru dan target besar yang telah dicanangkan, Musorkab III NPCI Ogan Ilir menjadi titik awal kebangkitan baru olahraga disabilitas di Bumi Caram Seguguk untuk kembali bersaing di papan atas Sumatera Selatan.