Pendidikan

Tiga Mahasiswa Fisika UPGRIP Go International, Bawa Riset Bio-Battery ke SYNERGY-PhyTech 2026

×

Tiga Mahasiswa Fisika UPGRIP Go International, Bawa Riset Bio-Battery ke SYNERGY-PhyTech 2026

Sebarkan artikel ini
(Mahasiswa UPGRIP saat presentasi pada Internasional Simposium di SYNERGY-PhyTech 2026)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan kompetensi hingga ke tingkat internasional. Hal itu kembali ditunjukkan tiga mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPGRIP yang mempresentasikan hasil riset bio-battery pada International Symposium on the Synergy of Physics and Technology (SYNERGY-PhyTech 2026), Sabtu (3/10/2026).

SYNERGY-PhyTech 2026 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan inovator dari berbagai negara dengan mengusung tema “Advancing Physics and Technology Innovations for Sustainable Development Goals”. Kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di Qin Hotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta secara daring melalui Zoom.

Bagi FST UPGRIP, keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya, melakukan penelitian, membangun kemampuan komunikasi ilmiah, serta memiliki pengalaman tampil di forum akademik internasional.

Dekan FST UPGRIP menegaskan bahwa kesempatan mahasiswa untuk tampil dalam forum internasional merupakan bagian penting dari proses pembentukan lulusan yang kompeten, percaya diri, dan mampu bersaing di era global.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu diberikan ruang untuk melakukan penelitian, berkomunikasi, mempresentasikan gagasan, dan berani membawa hasil karyanya ke tingkat yang lebih luas. Kami terus mendorong mahasiswa FST UPGRIP untuk berkembang, berprestasi, dan memiliki pengalaman internasional sejak di bangku kuliah,” ujar Dekan FST UPGRIP.

(Mahasiswa UPGRIP saat presentasi pada Internasional Simposium di SYNERGY-PhyTech 2026)

Tiga mahasiswa Prodi Fisika yang tampil dalam SYNERGY-PhyTech 2026 masing-masing membawa penelitian yang mengangkat pemanfaatan bahan alam dan limbah biomassa sebagai bagian dari pengembangan bio-battery.
Dita Amelia (NIM 2023412009) mempresentasikan penelitian berjudul “Optimization of Bio-Battery Performance Based on Young Cassava Leaf Electrolyte, Calcium Chloride (CaCl₂), and Leucaena Leaves with Coconut Stem Powder Matrix.”
Penelitian tersebut mengembangkan bio-battery dengan memanfaatkan daun singkong muda, kalsium klorida (CaCl₂), daun lamtoro, serta serbuk batang kelapa sebagai material penyusun.

Mahasiswa berikutnya, Imel Liana (NIM 2023412006), mempresentasikan penelitian berjudul “Development of an Environmentally Friendly Bio-Battery Based on Soursop Leaf, Ammonium Chloride (NH₄Cl), and Betel Leaf as Ion Sources in a Palm Oil Cake Powder Matrix.”
Riset tersebut mengembangkan bio-battery ramah lingkungan dengan memanfaatkan daun sirsak, ammonium chloride (NH₄Cl), daun sirih sebagai sumber ion, serta bungkil kelapa sawit sebagai matriks.

Sementara itu, Adelia Dwiriani (NIM 2023412011) membawa penelitian berjudul “Development of a Bio-Battery Based on a Crab Shell Powder Matrix with an Electrolyte Derived from Dragon Fruit Peel, (CaCl₂), and White Mangrove Leaf Powder.”
Penelitian ini memanfaatkan serbuk cangkang kepiting sebagai matriks dengan elektrolit yang berasal dari kulit buah naga, CaCl₂, dan serbuk daun mangrove putih.

Ketiga penelitian tersebut memperlihatkan pendekatan pembelajaran di Prodi Fisika FST UPGRIP yang mendorong mahasiswa untuk menghubungkan konsep fisika dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar. Bahan alam dan limbah biomassa yang mudah ditemukan dikembangkan sebagai sumber ide penelitian untuk menghasilkan inovasi di bidang material dan energi.

Keunggulan tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan akademik di Prodi Fisika FST UPGRIP. Selain pembelajaran di kelas dan kegiatan penelitian, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti forum ilmiah, mengembangkan kemampuan presentasi, serta memperoleh pengalaman berkomunikasi di lingkungan akademik yang lebih luas.

(Mahasiswa UPGRIP saat presentasi pada Internasional Simposium di SYNERGY-PhyTech 2026)

Tidak berhenti pada kemampuan akademik, Prodi Fisika FST UPGRIP juga memberikan pembinaan bahasa Inggris secara gratis dan intensif di luar kegiatan perkuliahan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan speaking, scientific presentation, dan komunikasi akademik mahasiswa.

Pembinaan itu menjadi bekal penting ketika mahasiswa mengikuti kegiatan ilmiah bertaraf internasional. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami penelitian yang dilakukan, tetapi juga harus mampu menjelaskan gagasan, metode, dan hasil penelitian dalam bahasa Inggris serta berkomunikasi dengan peserta dari berbagai latar belakang.

“Kami ingin mahasiswa Fisika UPGRIP memiliki keberanian untuk tampil. Mereka tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk mulai mencoba. Melalui pembinaan, penelitian, dan kesempatan mengikuti forum ilmiah, mahasiswa dilatih untuk belajar, berkembang, dan kemudian membawa hasil karyanya ke tingkat internasional,” kata Kaprodi Fisika FST UPGRIP.

Di lingkungan Fisika FST UPGRIP, pengembangan penelitian juga diarahkan pada sejumlah bidang, antara lain Fisika Material dan Energi, Fisika Kesehatan, serta Fisika Lingkungan. Riset bio-battery menjadi salah satu bentuk pengembangan bidang material dan energi dengan mengeksplorasi bahan alam, limbah biomassa, sumber ion, dan material lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi material fungsional untuk teknologi energi.

Keikutsertaan tiga mahasiswa tersebut sekaligus memperkuat upaya UPGRIP dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa untuk berprestasi, berinovasi, dan memiliki pengalaman global. Mahasiswa tidak hanya disiapkan untuk menyelesaikan studi, tetapi juga dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, kemampuan komunikasi, pengalaman penelitian, serta keberanian untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Bagi Dita, Imel, dan Adelia, SYNERGY-PhyTech 2026 menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademik mereka. Mereka tidak hanya membawa hasil penelitian, tetapi juga membawa nama Prodi Fisika FST UPGRIP ke forum internasional.

Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa dapat lahir dari lingkungan sekitar. Dari daun singkong, daun sirsak, daun sirih, kulit buah naga, cangkang kepiting, hingga limbah biomassa, mahasiswa Fisika UPGRIP belajar menemukan potensi baru melalui pendekatan ilmu fisika dan teknologi.

Melalui pendidikan, penelitian, pembinaan bahasa Inggris, dan kesempatan tampil di forum internasional, FST UPGRIP terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga percaya diri, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Dari kampus, mereka belajar. Dari lingkungan sekitar, mereka menemukan inspirasi. Melalui penelitian, mereka menciptakan inovasi. Dan melalui forum internasional, mereka membawa nama UPGRIP melangkah lebih jauh.