SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus memperkuat kiprahnya dalam pengembangan riset berbasis teknologi dan kolaborasi nasional. Kali ini, tim peneliti Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UPGRIP bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan pengolahan dan analisis data bioinformatika genom ikan belida (Chitala lopis) di Integrated Genome Factory (IGF), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi melalui penelitian berjudul “Pengembangan Database SNP Genom dan Kriokonservasi Semen Ikan Endemik Terancam Punah Indonesia Belida (Chitala lopis) untuk Pelestarian Berkelanjutan”.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Eng. Riya Liurhartana, M.Si. dari Universitas PGRI Palembang. Riset tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi UPGRIP dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pemanfaatan teknologi genomik untuk mendukung upaya konservasi biodiversitas Indonesia.
Dr. Eng. Riya Liurhartana, M.Si. mengatakan, pengolahan dan analisis data bioinformatika menjadi tahapan penting untuk memperoleh informasi genetik ikan belida secara lebih komprehensif.
“Melalui analisis bioinformatika hasil Next Generation Sequencing (NGS), kami berupaya mendapatkan informasi genomik, khususnya Single Nucleotide Polymorphism (SNP), yang dapat menggambarkan variasi genetik populasi ikan belida. Data tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam pengembangan database genom dan mendukung strategi konservasi berbasis sumber daya genetik,” ujar Dr. Eng. Riya Liurhartana, M.Si.
Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada aspek identifikasi spesies, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan basis data genetik yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan dan pelestarian ikan belida secara berkelanjutan.

Ikan belida merupakan kelompok ikan purba yang termasuk dalam Osteoglossomorpha dan famili Notopteridae. Di Indonesia, kelompok tersebut terdiri atas empat spesies, yakni Chitala lopis, Chitala borneensis, Chitala hypselonotus, dan Notopterus notopterus.
Keberadaan serta distribusi spesies-spesies tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik ikan lokal Indonesia. Karena itu, pendekatan genomik menjadi penting untuk memperkuat informasi ilmiah mengenai keragaman genetik dan kondisi populasi ikan belida.
Dalam kegiatan di IGF UGM, tim melakukan pengolahan data bioinformatika hasil Next Generation Sequencing (NGS). Analisis tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi SNP yang dapat digunakan untuk menggambarkan variasi genetik pada populasi ikan belida.
Riya menjelaskan, penelitian genomik tersebut juga merupakan kelanjutan dari rangkaian penelitian mengenai ikan Notopteridae yang sebelumnya telah dilakukan melalui pendekatan morfologi dan molekuler.
“Penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian kajian yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari identifikasi spesies, distribusi, DNA barcoding hingga kajian genom maternal. Hasil-hasil penelitian tersebut menjadi dasar untuk mengembangkan penelitian genomik yang lebih komprehensif,” jelasnya.
Pelaksanaan penelitian melibatkan kolaborasi antara Universitas PGRI Palembang, Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Pusat Riset Sistem Biota BRIN, dan Integrated Genome Factory UGM.
Kolaborasi lintas institusi tersebut sekaligus memperlihatkan kapasitas FPK UPGRIP dalam membangun jejaring riset dengan lembaga penelitian nasional dan perguruan tinggi. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas riset, khususnya pada pemanfaatan teknologi genomik dan bioinformatika untuk konservasi biodiversitas Indonesia.
Selain menghasilkan informasi mengenai keragaman genom ikan belida, penelitian ini diarahkan untuk mendukung pengembangan database SNP genom dan kriokonservasi semen sebagai bagian dari strategi pelestarian sumber daya genetik ikan endemik dan terancam punah.
Bagi UPGRIP, keterlibatan dalam riset nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk terus mendorong penelitian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi pengelolaan sumber daya alam dan keberlanjutan lingkungan.
Program penelitian ini merupakan proyek riset nasional multi-tahun yang memperoleh pendanaan melalui kolaborasi BRIN dan LPDP. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi landasan ilmiah dalam mendukung strategi konservasi dan pengelolaan ikan belida secara berkelanjutan di Indonesia.
Keterlibatan peneliti FPK UPGRIP dalam riset tersebut sekaligus memperkuat posisi Universitas PGRI Palembang sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan budaya riset, inovasi, kolaborasi nasional, serta pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan dan biodiversitas Indonesia.













