Pendidikan

UIN Raden Fatah Palembang Gelar Wawancara Seleksi Beasiswa KIP-K 2025, Libatkan Dinsos untuk Perkuat Verifikasi

×

UIN Raden Fatah Palembang Gelar Wawancara Seleksi Beasiswa KIP-K 2025, Libatkan Dinsos untuk Perkuat Verifikasi

Sebarkan artikel ini
(Suasana kegiatan)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan tahap seleksi wawancara bagi calon penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin–Selasa, 22–23 Oktober 2025, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Laboratorium Terpadu atau Lab Kedokteran Lantai 4, Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang.

Dari total 1.100 pendaftar, sebanyak 1.017 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap wawancara. Proses ini menjadi salah satu tahapan penting guna memastikan bantuan pendidikan KIP-K benar-benar tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaannya, UIN Raden Fatah Palembang juga menggandeng Dinas Sosial Kota Palembang. Kehadiran pihak eksternal ini diharapkan memperkuat aspek verifikasi, khususnya dalam menilai kondisi sosial dan ekonomi calon penerima, sehingga proses seleksi berlangsung lebih transparan dan akuntabel.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.Ag., menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan penuh objektivitas.
“Wawancara dilaksanakan seobjektif mungkin dengan pemenuhan unsur-unsurnya. Hasilnya nanti akan dilakukan perangkingan atau pemeringkatan. Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya, Senin (22/09/25).

Sementara itu, Kepala Bagian Akademik (BAK) UIN Raden Fatah Palembang, Musli Darosan, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa wawancara seleksi KIP Kuliah merupakan tahap krusial untuk memverifikasi data sekaligus menilai kelayakan calon penerima. Menurutnya, penilaian tidak hanya didasarkan pada kondisi ekonomi, tetapi juga motivasi melanjutkan pendidikan, potensi akademik, dan karakter mahasiswa.

“Tujuan dari proses ini adalah memastikan beasiswa diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang mengalami keterbatasan biaya. Selain itu, juga untuk menumbuhkan karakter unggul, kemandirian, produktivitas, etika, serta jiwa sosial yang tinggi di kalangan mahasiswa,” pungkasnya.