SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menegaskan perannya sebagai kampus unggul dalam pengembangan literasi dan kreativitas generasi muda melalui Festival Musikalisasi Puisi 2026 yang digelar di Aula Gedung Guru PGRI Sumatera Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Ajang ini tak sekadar menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga membuka peluang bagi pelajar Sumatera Selatan untuk melangkah ke tingkat nasional.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Dr. Hetilaniar, M.Pd., mengungkapkan bahwa festival ini diikuti 21 grup dari 20 sekolah SMA/SMK/MA se-Sumatera Selatan yang berasal dari 9 (sembilan) Kabupaten/Kota, yakni Palembang, Prabumulih, OKU, Muara Enim, Musi Rawas, OKI, OKUT, Banyuasin, dan Lubuk Linggau.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UPGRIP dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mencintai sastra.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat terhadap puisi, tetapi juga mengembangkan kreativitas peserta dalam menginterpretasikan karya sastra melalui musik, serta mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan dan kebahasaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk komitmen UPGRIP dalam membuka akses seluas-luasnya bagi pelajar untuk berkarya dan berprestasi.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Achmad Wahidy, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa musikalisasi puisi merupakan pendekatan kreatif yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sastra.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami puisi sebagai teks, tetapi juga menghidupkannya melalui musik dan ekspresi. Inilah bentuk pembelajaran kreatif yang terus kami dorong di UPGRIP,” ujarnya.
Dekan FKIP UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd., menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membina potensi pelajar.

“UPGRIP hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengembangkan kreativitas, karakter, dan daya saing generasi muda. Kegiatan seperti ini akan terus kami hadirkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., yang diwakili Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya disampaikan bahwa UPGRIP terus berupaya menghadirkan program-program unggulan yang berdampak luas.
“Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi ruang lahirnya talenta muda yang kreatif dan kompetitif. Kami ingin pelajar Sumatera Selatan memiliki panggung untuk berkembang hingga tingkat nasional,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Srividia Vika, M.Pd beserta tim., jajaran pimpinan FKIP, dosen, organisasi kemahasiswaan, serta guru pendamping.

Dalam pelaksanaannya, peserta dinilai oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Ahmad Rafani Igama, Muhammad Indra Aziz, dan Hetilaniar. Penilaian mencakup penafsiran puisi (30 persen), komposisi (30 persen), keselarasan (20 persen), vokal (10 persen), dan penampilan (10 persen).
Dari ajang ini akan dipilih juara 1 hingga 6, di mana juara pertama akan mewakili Sumatera Selatan ke tingkat nasional, menjadikan festival ini sebagai pintu awal menuju panggung yang lebih tinggi bagi para pelajar.
Suasana festival berlangsung meriah dan penuh antusias. Setiap penampilan menghadirkan perpaduan musik dan puisi yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna dan kreativitas.
Melalui kegiatan ini, UPGRIP kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menciptakan ruang-ruang inspiratif bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.













