Politik

Wisuda 1.557 Lulusan, UPGRIP Tegaskan Komitmen Jadi Kampus Unggul dan Berdampak

×

Wisuda 1.557 Lulusan, UPGRIP Tegaskan Komitmen Jadi Kampus Unggul dan Berdampak

Sebarkan artikel ini
Pemindahan Kuncir wisuda oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menggelar prosesi Wisuda Program Magister (S2) ke-41 dan Program Sarjana (S1) ke-67 di Ballroom Hotel Wyndham OPI Palembang, Selasa-Rabu (29-30/9/2026).

Sebanyak 1.557 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam tiga sesi. Dua sesi digelar pada Selasa (29/9/2026), sementara satu sesi terakhir dilaksanakan Rabu (30/9/2026).

Prosesi wisuda menjadi momentum penting bagi UPGRIP untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Rektor UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si, mengatakan perjalanan UPGRIP dalam beberapa tahun terakhir terus diarahkan pada penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sejak saya diberikan amanah sebagai Rektor pada tanggal 30 November tahun 2017 lalu, Universitas PGRI Palembang telah berupaya menjalankan visi besarnya dengan sebaik-baiknya. Berbagai persoalan, tantangan hingga dinamika regulasi yang datang silih berganti tidak membuat kita mundur, tetapi justru menjadi energi untuk memperkuat langkah kita bersama,” ujar Bukman dalam sambutannya.

Menurutnya, perubahan yang dilakukan UPGRIP tidak sekadar menyangkut aspek administratif, tetapi juga menyentuh perubahan orientasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

(Momen prosesi Wisuda dipimpin oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si)

“Perubahan ini bukan sekadar perombakan administratif, melainkan pergeseran filosofis yang fundamental, dari orientasi pemenuhan standar nasional menuju pencapaian mutu yang selaras dengan standar global,” katanya.

Bukman menjelaskan, salah satu penguatan yang terus dilakukan adalah tata kelola kelembagaan. Saat ini UPGRIP telah terakreditasi BAN-PT dengan predikat Baik Sekali.

Dari sisi akademik, perkembangan UPGRIP juga terlihat dari bertambahnya pilihan program studi. Pada 2017, UPGRIP memiliki 24 program studi.

Kini, UPGRIP telah berkembang menjadi 38 program studi yang tersebar di enam fakultas dan satu program pascasarjana, mencakup bidang kependidikan maupun nonkependidikan.

“Sejak lima tahun terakhir ini, Universitas PGRI Palembang telah memiliki sebanyak delapan program studi yang telah terakreditasi Unggul atau A,” ungkapnya.

Penguatan kualitas juga dilakukan melalui peningkatan kompetensi dosen. UPGRIP saat ini memiliki 135 dosen bergelar doktor atau S3, baik lulusan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

(Foto bersama para tamu VIP)

Tak berhenti di sana, sebanyak 38 dosen lainnya sedang melanjutkan pendidikan S3. Dengan program tersebut, UPGRIP menargetkan proporsi dosen bergelar doktor terus meningkat hingga mencapai 58 persen.

“Semakin banyaknya dosen bergelar doktor, diharapkan kualitas tridarma perguruan tinggi akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat posisi UPGRIP sebagai kampus berdampak yang unggul secara akademik, inovatif dalam riset dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Bukman.

Capaian lainnya datang dari bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UPGRIP berhasil meraih peringkat pertama kategori skor SINTA untuk perguruan tinggi universitas tahun ini dari LLDIKTI Wilayah II.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan ekosistem riset dan produktivitas akademik di lingkungan UPGRIP.

BPH UPGRIP, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H, mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur universitas.

Menurutnya, kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan institusi membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan berkompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja serta masyarakat.

Sementara itu, Pembina BPH UPGRIP Dr. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan yang terus ditunjukkan UPGRIP.

(Foto bersama dengan para peserta wisuda)

Ia mengatakan peningkatan jumlah program studi, penguatan kualifikasi dosen, capaian akreditasi serta prestasi penelitian menjadi bagian penting dalam perjalanan UPGRIP membangun perguruan tinggi yang semakin berkualitas.

“Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu UPGRIP,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Ishaq Iskandar, M.M, turut menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih UPGRIP, khususnya dalam penguatan mutu akademik, peningkatan kualifikasi dosen serta produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ishaq, perguruan tinggi dituntut untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia yang semakin dinamis.

“Perguruan tinggi harus terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi pembelajaran, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Ishaq.

Ia juga mengapresiasi capaian UPGRIP yang berhasil meraih peringkat pertama kategori skor SINTA untuk perguruan tinggi universitas dari LLDIKTI Wilayah II.

“Capaian ini tentu menjadi hal yang positif dan harus terus dipertahankan serta ditingkatkan. Kami berharap UPGRIP terus memperkuat budaya akademik dan menghasilkan karya-karya yang memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Ishaq menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan di UPGRIP.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Jadikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk terus belajar, berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UPGRIP yang telah menyelesaikan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas PGRI Palembang. Hari ini merupakan momentum penting setelah melalui proses pendidikan, pembelajaran dan perjuangan yang panjang,” ujar Ratu Dewa.

Ia berpesan agar gelar akademik yang telah diraih tidak menjadi akhir dari proses belajar, melainkan menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah sebagai bekal untuk berkarya, mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Ratu Dewa juga menyampaikan apresiasi kepada UPGRIP yang selama ini turut berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Kota Palembang dan Sumatera Selatan.

Ia berharap para lulusan dapat membawa nama baik almamater serta mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi keberkahan dan dapat memberikan manfaat di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Wisuda tersebut pun menjadi penanda berakhirnya satu tahapan perjalanan akademik bagi 1.557 lulusan UPGRIP.

Di balik prosesi wisuda, UPGRIP terus memantapkan langkah sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga memperkuat riset, pengabdian kepada masyarakat, kualitas SDM dan relevansi lulusan.

Dengan 38 program studi, delapan program studi berakreditasi Unggul, 135 dosen bergelar doktor serta capaian peringkat pertama skor SINTA LLDIKTI Wilayah II, UPGRIP terus memperkuat identitasnya sebagai kampus yang mengedepankan mutu, inovasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.