Pendidikan

Matangkan Konsep dan Teknis, UPGRIP Siap Sukseskan Festival Musikalisasi Puisi 2026

×

Matangkan Konsep dan Teknis, UPGRIP Siap Sukseskan Festival Musikalisasi Puisi 2026

Sebarkan artikel ini
(Suasana Rapat Koordinasi)

SumselMedia.Com, Palembang-

Komitmen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) dalam mendorong kreativitas mahasiswa kembali ditegaskan melalui persiapan matang Festival Musikalisasi Puisi 2026. Panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi di sekretariat kegiatan, Senin (2/3/2026), guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal dan profesional.

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pelaksana Dr. Hetilaniar, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Assoc. Prof. Dr. Achmad Wahidy, M.Pd., Ketua Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia Juaidah Agustina, M.Pd., serta seluruh jajaran panitia. Suasana rapat berlangsung serius namun tetap kondusif, mencerminkan keseriusan UPGRIP dalam menghadirkan ajang seni yang berkualitas dan berkelas.

Ketua Pelaksana Dr. Hetilaniar, M.Pd. menegaskan bahwa koordinasi lintas bidang menjadi kunci utama kesuksesan acara. Menurutnya, festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi seni yang memadukan kekuatan sastra dan musik dalam satu panggung ekspresi.

(Suasana Rapat Koordinasi)

“Festival Musikalisasi Puisi ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan kolaborasi. Kami ingin menghadirkan panggung yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai institusi pendidikan yang unggul di bidang keguruan dan kebahasaan, UPGRIP memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghidupkan tradisi literasi dan seni di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa UPGRIP konsisten mendukung pengembangan bakat mahasiswa dan pelajar dalam bidang bahasa dan sastra,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas secara mendalam. Pada aspek mekanisme kegiatan, panitia menyusun alur acara secara rinci mulai dari konsep pembukaan, urutan penampilan, teknis pemanggilan peserta, durasi tampil, hingga sistem penilaian dewan juri. Tata tertib lomba dirumuskan secara jelas guna menjamin ketertiban, keadilan, serta profesionalitas selama kompetisi berlangsung.

(Suasana Rapat Koordinasi)

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Achmad Wahidy, M.Pd., menekankan pentingnya kualitas penyelenggaraan sebagai cerminan mutu akademik kampus.

“Kegiatan ini membawa nama baik program studi dan universitas. Karena itu, standar pelaksanaannya harus terukur, sistematis, dan profesional. Kami ingin peserta merasakan pengalaman tampil di panggung yang tertata dengan baik,” katanya.

Sementara itu, progres pendaftaran peserta juga menjadi perhatian serius. Panitia mengevaluasi sistem pendaftaran yang dirancang agar mudah diakses, baik secara daring maupun luring, dengan persyaratan administrasi yang jelas serta batas waktu yang tegas.

Mekanisme verifikasi dan konfirmasi ulang peserta turut dimatangkan guna memastikan validitas data serta kesiapan tampil pada hari pelaksanaan.
Di bidang sponsorship, panitia memaparkan strategi penggalangan dukungan dana melalui penyusunan proposal yang informatif dan menarik.

(Suasana Rapat Koordinasi)

Pendekatan kepada calon sponsor dilakukan secara terstruktur dengan menawarkan konsep kerja sama yang saling menguntungkan. Sponsor akan mendapatkan ruang promosi yang optimal, sementara kebutuhan operasional kegiatan dapat terpenuhi secara maksimal.

Tak kalah penting, pembahasan teknis pelaksanaan juga dikupas secara detail, mulai dari kesiapan tata panggung, sound system, pencahayaan, ruang tunggu peserta, konsumsi, hingga pengamanan. Jadwal gladi bersih ditetapkan sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisir kendala teknis pada hari H. Pembagian tugas diperjelas agar setiap panitia memahami peran dan tanggung jawabnya secara spesifik.

Ketua Laboratorium Pendidikan Bahasa Indonesia, Juaidah Agustina, M.Pd., menambahkan bahwa festival ini sekaligus menjadi sarana praktik nyata bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan seni dan akademik. “Ini bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam manajemen kegiatan, sehingga kompetensi mereka semakin terasah,” jelasnya.

Rapat koordinasi ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk bekerja maksimal, menjaga komunikasi efektif, serta saling mendukung demi kelancaran acara. Dengan perencanaan matang dan kerja sama solid, Festival Musikalisasi Puisi 2026 di lingkungan UPGRIP diharapkan menjadi ajang bergengsi yang memperkuat citra kampus sebagai pusat pengembangan literasi, seni, dan kreativitas di Sumatera Selatan.