Ekobis

Bank Indonesia Sumsel Susur Sungai Musi, Antar Rupiah Layak Edar hingga Pelosok Pesisir

×

Bank Indonesia Sumsel Susur Sungai Musi, Antar Rupiah Layak Edar hingga Pelosok Pesisir

Sebarkan artikel ini

SumselMedia.Com, Palembang-

Semangat Ramadan 1447 Hijriah terasa berbeda di tepian Sungai Musi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan resmi melepas kegiatan Susur Sungai Musi (SSM), bagian dari rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Seremonial pelepasan dipimpin Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, bersama perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, Kepala BIN Daerah Sumsel, serta Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya sinergi lintas lembaga dalam menjaga kelancaran distribusi Rupiah di wilayah perairan.

Dalam sambutannya, Bambang Pramono mengungkapkan bahwa kebutuhan uang di Sumatera Selatan selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini diproyeksikan meningkat hingga 40 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya konsumsi rumah tangga dan perdagangan ritel menjelang Hari Raya.

“Bank Indonesia telah menyiapkan langkah antisipatif agar kebutuhan uang masyarakat terpenuhi dengan baik, sehingga transaksi tetap lancar dan stabilitas sistem pembayaran terjaga,” ujarnya.

Melalui SERAMBI 2026 yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, BI Sumsel membuka 462 titik layanan penukaran di seluruh wilayah provinsi dengan total kuota 57.000 penukar. Hingga awal Maret 2026, realisasi penukaran tercatat mencapai Rp121,4 miliar dengan 23.800 penukar atau sekitar 40 persen dari total kuota.

Untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK), disiapkan lebih dari Rp1,6 triliun dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000. Angka ini menunjukkan kesiapan BI dalam mengantisipasi lonjakan transaksi tunai selama bulan suci.

Khusus kegiatan Susur Sungai Musi yang berlangsung pada 2–6 Maret 2026, tim BI menyasar enam desa pesisir di sepanjang aliran Sungai Musi, yakni Desa Upang, Muara Talang, Makarti, Sungsang, Bunga Karang, dan Pulau Borang. Sebanyak Rp5,3 miliar modal kas dibawa dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000, seluruhnya dalam kondisi baru dan layak edar. Langkah ini memastikan masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan tetap memperoleh akses penukaran uang dengan mudah.

Komandan Lanal Palembang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia menghadirkan layanan kas yang inovatif dan menjangkau wilayah perairan. Ia menegaskan dukungan penuh TNI AL demi kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga menyatakan dukungan sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di delapan kecamatan wilayah perairan Banyuasin.

Tak hanya layanan penukaran uang, kegiatan ini juga diisi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta sosialisasi pembayaran non-tunai guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir. Seluruh proses penukaran dilakukan melalui pendaftaran digital di aplikasi PINTAR (pintar.bi.go.id), sebagai bagian dari transformasi layanan berbasis teknologi.

Melalui SERAMBI 2026 dan Susur Sungai Musi, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan Rupiah yang merata, inklusif, dan berkeadilan. Di tengah arus Sungai Musi yang terus mengalir, Rupiah pun hadir membawa makna, memastikan denyut ekonomi Ramadan tetap hidup hingga pelosok negeri.