SumselMedia.Com, Palembang-
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Karantina Indonesia menggelar pelepasan ekspor turunan kelapa serta ekspor perdana lada hitam di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Sultan Muda XporA 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong inklusi keuangan melalui penguatan akses pembiayaan produktif, sinergi industri jasa keuangan, serta pengembangan ekosistem ekspor guna mengakselerasi pelaku usaha muda Sumatera Selatan menembus pasar global.
Pada kesempatan itu, sejumlah komoditas unggulan Sumatera Selatan dilepas ke berbagai negara tujuan, yakni Tiongkok, Taiwan, dan Prancis. Komoditas tersebut meliputi Coconut Shell Charcoal sebanyak 46 ton, Coconut Chips 25 ton, lada hitam 500 kilogram, serta produk olahan kerupuk 21 ton, dengan total nilai ekspor mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengatakan pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari upaya mendorong lahirnya pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat global.
“Melalui pelepasan ekspor ini, kami terus mendorong pengusaha muda Sumatera Selatan untuk naik kelas hingga menembus pasar global. Penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting agar pelaku usaha semakin bankable, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menegaskan pentingnya peran karantina dalam memastikan kualitas komoditas ekspor.
“Dukungan karantina memastikan komoditas memenuhi standar kesehatan, keamanan hayati, dan persyaratan negara tujuan. Dengan kualitas yang terjaga, produk Sumatera Selatan akan semakin kompetitif dan dipercaya di pasar global,” katanya.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menciptakan 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, menembus pasar global, serta membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selain seremoni pelepasan ekspor, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat phytosanitary sebagai dokumen kelayakan ekspor komoditas pertanian, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), serta Kartu Sultan Muda sebagai simbol dukungan terhadap pengusaha muda dalam memperluas akses usaha, jejaring, dan pasar.
Dukungan sektor jasa keuangan turut ditunjukkan melalui pembiayaan komoditas unggulan dengan outstanding mencapai Rp869,29 miliar serta fasilitas Letter of Credit (L/C) ekspor sebesar USD209.723.
Keberhasilan kolaborasi lintas sektor ini semakin memperkuat posisi Sumatera Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inklusi keuangan. Hal ini juga sejalan dengan capaian sebagai Juara TPAKD Award 2025 Wilayah Sumatera.
Ke depan, OJK Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, Badan Karantina, dan pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar global serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.













