SumselMedia.com, Palembang-
Ketika sebagian masyarakat masih menikmati secangkir kopi di pagi hari, Bonny Pasandra sudah berada di lapangan. Kadang meliput kegiatan pemerintah di pusat Kota Palembang, lain waktu harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju pelosok Sumatera Selatan demi mengejar sebuah peristiwa yang layak diketahui publik.
Bagi reporter TVRI Sumatera Selatan itu yang akrab dipanggil Bonny, kecepatan bukan sekadar tuntutan profesi, tetapi juga tanggung jawab. Setiap informasi harus segera dikirim ke ruang redaksi agar dapat diolah menjadi berita yang akurat dan cepat tersaji di layar televisi.
Di balik rutinitas tersebut, ada satu hal yang telah setia menemani pekerjaannya selama lebih dari satu dekade, yakni kartu Tri.
Bonny mengaku mulai menggunakan Tri lebih dari sepuluh tahun lalu. Awalnya, alasan sederhana menjadi pertimbangannya, yakni paket internet yang hemat. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasakan perkembangan kualitas jaringan yang membuatnya tetap setia hingga sekarang.
“Saya sudah menggunakan Tri lebih dari 10 tahun. Awalnya karena tarif internetnya terjangkau, tetapi sampai sekarang saya tetap bertahan karena jaringannya semakin baik dan kebutuhan internet saya selalu bisa terpenuhi,” ujar Bonny kepada Sumselmedia.com, Kamis (25/6/2026).
Sebagai reporter televisi, Bonny memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Dalam sehari ia bisa berpindah dari satu lokasi liputan ke lokasi lainnya. Tidak jarang, ia harus bertugas hingga ke desa-desa, kawasan pesisir, bahkan wilayah yang cukup jauh dari pusat kota.
Di setiap perjalanan itu, internet menjadi kebutuhan utama. Mulai dari mencari data, berkomunikasi dengan redaksi, mengirim naskah, berbagi foto, hingga mengunggah file video berukuran besar.
Menurut Bonny, salah satu kelebihan Tri yang paling dirasakan adalah masa aktif kartu yang panjang sehingga nomor yang digunakan untuk bekerja tetap aktif tanpa perlu sering melakukan pengisian ulang.
Namun, yang paling membantunya adalah kualitas jaringan yang terus berkembang. “Sekarang jaringan Tri sudah jauh lebih baik. Bahkan ketika bertugas sampai ke desa-desa, saya masih bisa mengakses internet untuk kebutuhan liputan maupun komunikasi dengan kantor,” katanya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi ketika dirinya meliput kegiatan penanaman mangrove di kawasan perairan Kabupaten Banyuasin.
Lokasi tersebut berada cukup jauh dari pusat Kota Palembang. Meski demikian, Bonny tetap harus mengirimkan materi liputan kepada newsroom TVRI Sumsel dalam waktu sesingkat mungkin. “Saya pernah meliput penanaman mangrove di kawasan perairan Banyuasin. Saat itu saya harus mengirim data dan informasi liputan ke newsroom. Alhamdulillah jaringan Tri tetap lancar sehingga proses pengiriman materi bisa dilakukan dengan baik,” ungkapnya.
Dalam dunia jurnalistik televisi, kecepatan memiliki arti yang sangat penting. Informasi yang terlambat diterima redaksi dapat membuat momentum sebuah berita terlewat.
Karena itu, koneksi internet yang stabil menjadi salah satu penunjang utama produktivitas seorang reporter.
Bonny mengaku tidak hanya mengirimkan foto dan naskah berita. Sebagai jurnalis televisi, ia juga rutin mengunggah file video dengan ukuran yang cukup besar langsung dari lokasi peliputan. “Sebagai reporter televisi, saya sering mengirim file video dari lokasi liputan. Dengan Tri, proses unggah file cukup lancar sehingga pekerjaan bisa selesai lebih cepat,” katanya.
Bagi Bonny, internet kini telah menjadi jendela dunia. Hampir seluruh aktivitas jurnalistik dilakukan secara digital, mulai dari mencari referensi, memverifikasi informasi, hingga berkomunikasi dengan narasumber. “Internet sekarang seperti jendela dunia. Melalui ponsel, kita bisa mengetahui berbagai informasi penting secara cepat. Sebagai jurnalis, akses terhadap informasi yang cepat tentu sangat membantu pekerjaan,” ujarnya.
Ia menilai kombinasi harga paket yang terjangkau, jaringan yang semakin luas, serta masa aktif kartu yang panjang membuat Tri tetap relevan di tengah meningkatnya kebutuhan internet masyarakat.
Pengalaman Bonny menjadi salah satu gambaran bagaimana konektivitas digital mampu mendukung produktivitas masyarakat Palembang. Tidak hanya bagi pekerja media, tetapi juga pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pelaku usaha, kreator konten, hingga berbagai profesi lain yang kini mengandalkan internet dalam aktivitas sehari-hari.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan kebutuhan digital masyarakat Palembang terus berkembang, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, membuat konten, menikmati hiburan digital, hingga memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, Indosat terus memperkuat kualitas jaringan, termasuk menghadirkan layanan Indosat 5G di Palembang secara bertahap untuk memberikan pengalaman digital yang lebih lancar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kisah pelanggan Tri di Palembang, baik dari kalangan tenaga pendidik, mahasiswa, pekerja media, pelaku profesi lapangan, hingga penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa konektivitas kini memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap pengetahuan, produktivitas, dan peluang baru. Bagi Indosat, cerita seperti ini menjadi gambaran nyata bahwa layanan digital tidak hanya soal jaringan, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat menjalani aktivitasnya dengan lebih mudah dan percaya diri,” ujar Agus.
Melalui Tri, lanjut Agus, Indosat terus menghadirkan layanan internet yang hemat, fleksibel, dan mudah diakses, termasuk pilihan paket AlwaysOn dengan masa aktif panjang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Pengembangan jaringan Indosat 5G di Palembang juga dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas pengalaman pelanggan. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat, mulai dari video call, pembelajaran daring, pengiriman file, streaming, gaming, content creation, hingga penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI.
Bagi Bonny, teknologi pada akhirnya bukan hanya soal kecepatan internet, melainkan tentang bagaimana konektivitas mampu membantu seorang jurnalis menjalankan tanggung jawabnya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dari ruang redaksi hingga pelosok Sumatera Selatan, perjalanan panjangnya bersama Tri menjadi bukti bahwa jaringan yang andal dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan berita untuk publik. (Sugiarto)













