SumselMedia.Com, Palembang-
Pukul 12.30 siang, ketika teman-teman mulai beristirahat dari tugas lapangan, Zelka justru masih menatap layar laptopnya. Berbagai jurnal kedokteran, materi presentasi, hingga ruang rapat virtual menjadi bagian dari rutinitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) itu.
Di tengah padatnya aktivitas akademik, satu hal yang hampir tak pernah terpisahkan dari kesehariannya adalah koneksi internet.
Bagi pemilik nama lengkap Zelka Depala ini, internet bukan lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan kebutuhan utama untuk belajar, berdiskusi, mengikuti organisasi, hingga mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi nasional.
Sejak 2019, ia memilih menggunakan kartu Tri sebagai pendamping aktivitas digitalnya.
“Sejak tahun 2019 saya sudah menggunakan Tri,” ujarnya kepada SumselMedia.Com, Sabtu (4/7/2026).
Selama hampir tujuh tahun, ia mengaku lebih sering memilih paket Happy maupun Beli Lagi karena sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang harus cermat mengatur pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas koneksi.
“Biasanya saya menggunakan paket Happy atau Beli Lagi,” katanya.
Menurut Zelka, alasan tetap setia menggunakan Tri cukup sederhana, harga paket internet yang terjangkau dengan kualitas jaringan yang stabil.
“Harganya affordable dan kualitas jaringannya cukup stabil, jadi masih nyaman digunakan sampai sekarang,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa kedokteran, sebagian besar proses belajar kini berlangsung secara digital. Mulai dari mencari referensi jurnal ilmiah, mengakses media edukasi, mengikuti rapat organisasi, hingga berkoordinasi dengan teman satu tim dilakukan melalui internet.
“Sekarang semuanya sudah serba digital. Mulai dari mencari sumber bacaan, rapat atau koordinasi jarak jauh, media edukasi, dan berbagai kebutuhan kuliah lainnya, semuanya membutuhkan internet,” jelasnya.
Di tengah mobilitas tersebut, Zelka mengaku jarang mengalami kendala berarti selama menggunakan Tri.
“Tidak ada kendala berarti, kecuali saat kondisi tertentu seperti mati lampu atau hujan deras,” katanya.
Tak hanya aktif di dunia akademik, Zelka juga kerap mengikuti lomba debat tingkat nasional yang diselenggarakan secara daring. Dalam kompetisi seperti itu, kestabilan jaringan menjadi faktor penting agar komunikasi berlangsung lancar tanpa gangguan.
“Saya cukup sering mengikuti lomba debat secara online dan selama ini koneksinya berjalan lancar,” ujarnya.
Saat memiliki waktu luang, internet juga menjadi sarana untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas perkuliahan yang padat.
“Kalau sedang senggang, saya biasanya menonton film atau membaca komik sebagai media refreshing,” tuturnya.
Kemudahan membeli paket data melalui aplikasi BimaTri juga menjadi alasan lain mengapa ia tetap memilih Tri.
“Lebih fleksibel karena paket bisa dibeli langsung melalui aplikasi BimaTri. Jadi lebih praktis, simpel, dan tetap terjangkau,” katanya.
Bagi Zelka, internet telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa modern. Koneksi yang stabil memungkinkan proses belajar berjalan tanpa hambatan, sekaligus membuka ruang untuk terus berkembang melalui organisasi, kompetisi, hingga berbagai aktivitas produktif lainnya.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan kebutuhan digital masyarakat Palembang terus berkembang seiring semakin tingginya aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, menikmati hiburan, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Indosat menghadirkan pengembangan jaringan, termasuk layanan Indosat 5G di Palembang, untuk memberikan pengalaman digital yang semakin cepat, lancar, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Menurutnya, kisah pelanggan Tri di Palembang, mulai dari tenaga pendidik, mahasiswa, pekerja media, pelaku profesi lapangan hingga penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa konektivitas kini bukan hanya soal akses internet, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang baru.
Melalui Tri, Indosat terus menghadirkan layanan internet yang hemat, fleksibel, dan mudah diakses, termasuk pilihan paket AlwaysOn dengan masa aktif panjang maupun berbagai paket lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
“Kami ingin masyarakat dapat menggunakan internet dengan lebih leluasa, baik untuk belajar, bekerja, berkoordinasi, menikmati hiburan digital, hingga memanfaatkan berbagai layanan berbasis AI,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan jaringan Indosat 5G di Palembang dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas pengalaman pelanggan sehingga mampu mendukung aktivitas seperti video conference, pembelajaran daring, pengiriman file berukuran besar, streaming, gaming, content creation, hingga penggunaan berbagai AI tools.
Ke depan, Indosat akan terus memperkuat kualitas jaringan sekaligus membangun kolaborasi bersama komunitas, pelaku UMKM, generasi muda, dan ekosistem digital lokal. Langkah tersebut sejalan dengan semangat “Lebih Baik” untuk menghadirkan layanan yang inklusif, relevan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Palembang serta Sumatera Selatan.
Di tengah pesatnya transformasi digital, pengalaman Zelka menjadi gambaran bagaimana internet yang hemat dan koneksi yang stabil bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan fondasi yang membantu generasi muda Palembang terus belajar, berkarya, berprestasi, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. (Sugiarto)













