SumselMedia.Com, Palembang-
Di era ketika pertandingan catur tak lagi hanya berlangsung di atas papan kayu, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang atlet. Dari mempelajari strategi grandmaster dunia, mengikuti turnamen daring, hingga menyaksikan pertandingan internasional secara langsung, semuanya kini bergantung pada koneksi yang stabil.
Bagi Alivia Novyansari, atlet catur Sumatera Selatan, perubahan itu telah dirasakan selama lebih dari satu dekade. Sejak 2014, ia memilih menggunakan kartu Tri sebagai teman setia dalam aktivitas digitalnya dan hingga kini belum pernah terpikir untuk berpindah ke operator lain.
“Saya sudah pakai Tri sejak 2014. Itu kartu perdana pertama saya dan sampai sekarang belum pernah ganti,” ujar Alivia kepada SumselMedia.Com, Rabu (24/7/2026).
Kesetiaan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, kebutuhan internet yang cukup tinggi untuk menunjang aktivitas sehari-hari membuat ia memilih paket data yang sesuai dengan kebutuhannya.
Setiap bulan, Alivia menggunakan paket sekitar Rp100 ribu dengan kuota 60 GB yang mampu memenuhi kebutuhan internetnya. Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar 2 GB untuk berbagai aktivitas, mulai dari latihan catur, mencari referensi, hingga mengikuti perkembangan berita dunia.
“Menurut saya paketnya hemat dan cocok dengan kebutuhan. Kuotanya cukup untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.
Bagi seorang atlet catur, internet bukan sekadar media hiburan. Teknologi digital telah mengubah cara atlet berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Kini, ribuan partai catur dari berbagai belahan dunia dapat dipelajari hanya melalui layar ponsel. Strategi terbaru para grandmaster dunia, analisis pertandingan, hingga siaran langsung Kejuaraan Dunia Catur dapat diakses kapan saja.
“Kalau sekarang semuanya serba digital. Kita bisa langsung dapat update kejuaraan, belajar materi baru, melihat partai-partai catur yang sedang berlangsung, bahkan menonton live Kejuaraan Dunia Catur sehingga tidak ketinggalan perkembangan terbaru,” ungkapnya.
Tidak hanya belajar, Alivia juga beberapa kali mengikuti kompetisi catur secara daring, terutama nomor beregu. Dalam pertandingan seperti itu, kualitas jaringan menjadi faktor yang sangat menentukan.
Beruntung, selama menggunakan Tri, ia mengaku jarang mengalami kendala berarti.
“Sejauh ini aman saja. Bahkan saat berada di Tanjung Enim, sinyal Tri tetap lancar. Paling kalau mati lampu baru sinyal ikut hilang,” katanya sambil tertawa.
Kelancaran jaringan menjadi penting karena dalam catur daring, keterlambatan satu detik saja dapat mengubah hasil pertandingan.
Alivia pun memiliki pengalaman unik ketika bermain secara online. Saat sudah unggul dan hanya tinggal satu langkah menuju kemenangan, ia terkadang sengaja menunggu hingga waktu lawan tersisa satu detik sebelum menjalankan langkah penentu.
“Biasanya lawan langsung menyerah duluan,” ujarnya sambil tersenyum.
Di luar dunia catur, internet juga menjadi jendela informasi bagi Alivia. Ia mengaku gemar mengikuti perkembangan berita nasional maupun internasional.
Bahkan ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sorotan dunia, ia rutin memantau perkembangan terbaru yang terus diperbarui hampir setiap jam.
“Saya memang suka mengikuti berita-berita terbaru. Dengan internet semuanya jadi lebih cepat diketahui,” katanya.
Pengalaman Alivia menjadi gambaran bagaimana konektivitas kini bukan lagi sekadar kebutuhan komunikasi, melainkan menjadi sarana belajar, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka akses terhadap informasi global.
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan kebutuhan digital masyarakat Palembang terus berkembang, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, membuat konten, mengakses hiburan, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pengembangan jaringan Indosat 5G di Palembang diarahkan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar, relevan, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan.
Menurutnya, kisah pelanggan Tri di Palembang dari berbagai latar belakang, mulai tenaga pendidik, mahasiswa, pekerja media, pelaku profesi lapangan, hingga penyandang disabilitas menunjukkan bahwa konektivitas kini memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap pengetahuan, produktivitas, dan peluang baru.
Melalui Tri, Indosat terus menghadirkan layanan yang hemat, fleksibel, serta mudah diakses, termasuk pilihan paket AlwaysOn dan berbagai paket internet yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Pengembangan jaringan Indosat 5G di Palembang juga dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kualitas pengalaman pelanggan agar mampu mendukung berbagai aktivitas digital, mulai dari video conference, pembelajaran daring, streaming, gaming, content creation hingga penggunaan berbagai AI tools.
Bagi Alivia, manfaat itu sudah dirasakan dalam kesehariannya. Di balik setiap langkah pion, benteng, dan menteri yang ia gerakkan di papan catur digital, ada koneksi internet yang membantunya terus belajar, bertanding, dan berkembang.
Di tengah pesatnya transformasi digital, kisah Alivia membuktikan bahwa jaringan internet bukan hanya menghadirkan kecepatan, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak muda Palembang untuk terus berkarya, berprestasi, dan terhubung dengan dunia tanpa batas. (Sugiarto)













