SumselMedia.Com, Palembang-
Komitmen Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali dibuktikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui inovasi berbasis budaya, ekonomi hijau, dan transformasi digital, UPGRIP berhasil mendorong pengrajin Jumputan di Kampung Tuan Kentang, Palembang, naik kelas menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Program bertajuk “Pemberdayaan Pengrajin Jumputan Tuan Kentang melalui Pengembangan Eco-Jumputan Berbasis Ekonomi Lingkungan Lokal Sumatera Selatan Menuju UMKM Berkelanjutan” ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Universitas PGRI Palembang dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program dipimpin oleh Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M. bersama tim yang terdiri atas Reina Damayanti, S.E., M.M., Vera Sari, S.E., M.M., Hanif Suryasyah, S.E., M.M., Dr. Riswan Aradea, M.M., Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., serta melibatkan mahasiswa Linda dan Meysinta. Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut memberikan pendampingan secara langsung kepada para pengrajin Jumputan di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang.

Ketua Tim PKM, Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M., mengatakan industri Jumputan merupakan warisan budaya khas Sumatera Selatan yang memiliki potensi ekonomi besar. Namun, para pengrajin masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penggunaan pewarna sintetis, lemahnya branding, keterbatasan inovasi produk, hingga belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital.
“Melalui program Eco-Jumputan, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas dan nilai jual produk, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat daya saing UMKM di era digital,” ujarnya.
Selama program berlangsung, tim PKM Universitas PGRI Palembang memberikan pelatihan penggunaan pewarna alami, penerapan konsep Green Production, penguatan branding, desain kemasan, fotografi produk, penyusunan katalog digital, hingga strategi pemasaran melalui marketplace dan media sosial. Pendampingan dilakukan secara intensif agar seluruh materi dapat diterapkan secara mandiri oleh para pelaku usaha.

Setiap anggota tim memberikan kontribusi sesuai bidang keahlian. Dr. Reva Maria Valianti menyampaikan materi mengenai pengembangan Eco-Jumputan berbasis Green Economy. Reina Damayanti memberikan pelatihan branding dan packaging produk. Vera Sari membimbing pemanfaatan marketplace serta digital marketing. Hanif Suryasyah membahas Green Production dan teknik produksi Eco-Jumputan. Dr. Riswan Aradea memberikan pendampingan manajemen usaha dan pengembangan bisnis UMKM, sedangkan Dr. Neta Dian Lestari membimbing implementasi program, fotografi produk, penyusunan katalog digital, evaluasi, hingga strategi keberlanjutan.
Hasil program menunjukkan capaian yang sangat positif. Pemahaman peserta mengenai Eco-Jumputan meningkat dari 45 persen menjadi 91 persen. Pengetahuan tentang Green Economy naik dari 40 persen menjadi 88 persen, branding meningkat dari 38 persen menjadi 90 persen, sedangkan kemampuan memanfaatkan marketplace melonjak dari 35 persen menjadi 89 persen. Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan pengetahuan peserta mencapai sekitar 50 poin persentase.
Tak hanya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, program ini juga menghadirkan perubahan nyata pada kualitas produk. Para pengrajin kini mampu menghasilkan Eco-Jumputan berbahan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan, dilengkapi logo usaha, kemasan modern, label produk, QR Code, katalog digital, serta memiliki toko daring di berbagai platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Instagram Business.

Dampak ekonomi pun mulai dirasakan. Omzet penjualan mitra yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp8 juta per minggu meningkat menjadi Rp11,2 juta per minggu atau naik sekitar 40 persen setelah penerapan inovasi produk dan strategi pemasaran digital.
Keberhasilan program ini semakin menegaskan peran Universitas PGRI Palembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian. Dengan dukungan pendanaan dari PGRI Kota Palembang, program Eco-Jumputan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis budaya lokal, ekonomi hijau, dan teknologi digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui berbagai program inovatif seperti ini, Universitas PGRI Palembang terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menjadi mitra strategis masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.













