SumselMedia.Com, Palembang-
Penggunaan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memberikan pengalaman positif bagi Pecel Lele Pak Jo. Selama sekitar 20 tahun menggunakan gas bumi, restoran tersebut merasakan manfaat terutama dari sisi efisiensi biaya dan kestabilan api untuk mendukung aktivitas dapur.
Kitchen Manager Pecel Lele Pak Jo, Yaskino, mengatakan penggunaan gas alam bermula ketika pihaknya mendapat tawaran untuk beralih dari penggunaan gas biasa.
Saat itu, pihaknya sempat ragu. Namun setelah mencoba dan merasakan langsung manfaatnya, penggunaan gas alam justru terus berlanjut hingga sekitar dua dekade.
“Sudah sekitar 20 tahun kami menggunakan gas alam. Awalnya dulu ditawari, sempat ragu juga. Tapi memang beda, lebih hemat,” ujar Yaskino belum lama ini.
Menurutnya, efisiensi penggunaan gas sangat terasa dalam operasional dapur Pecel Lele Pak Jo yang menggunakan sekitar 20 kompor setiap hari.
Yaskino menyebut, dibandingkan menggunakan gas biasa, penghematan yang dirasakan dapat mencapai sekitar Rp3 juta dalam satu minggu.
“Dari penggunaan 20 kompor dalam satu hari, bisa saving sekitar Rp3 juta per minggu jika pakai gas biasa,” katanya.
Selain lebih hemat, Yaskino menilai kualitas api yang dihasilkan gas alam juga menjadi keunggulan dalam menunjang kegiatan memasak.
“Dan yang bagus itu kualitas apinya stabil,” ungkapnya.
Kestabilan api tersebut dinilai memberikan kenyamanan bagi tim dapur dalam menjalankan aktivitas memasak setiap hari. Setelah menggunakan gas alam selama sekitar 20 tahun, keraguan yang sempat muncul di awal penggunaan pun akhirnya berubah menjadi kenyamanan.
“Awalnya dulu sempat ragu, tapi akhirnya setelah penggunaan nyaman sampai sekarang,” tuturnya.
Pengalaman Pecel Lele Pak Jo menjadi salah satu gambaran bagaimana pemanfaatan gas bumi dapat mendukung kebutuhan energi pelaku usaha, terutama bisnis kuliner yang membutuhkan energi secara intensif dalam operasional sehari-hari.













