SumselMedia.Com, Palembang-
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dijadwalkan November 2026, sejumlah persiapan terus dilakukan, termasuk proses menuju pergantian kepemimpinan Kwarda.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Drs H Riza Fahlevi, M.M mengungkapkan sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan dalam menentukan calon Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel.
Menurutnya, calon Ketua Kwarda tidak hanya harus memiliki pengalaman dalam organisasi, tetapi juga wajib memiliki rekam jejak yang baik, berkelakuan baik, bermoral, serta mampu menjadi teladan bagi anggota Gerakan Pramuka.
“Terpenting berkelakuan baik dan bermoral baik. Di ART itu jelas, berkelakuan baik. Jangan pernah narapidana, apalagi pemakai narkoba atau zat adiktif, itu kan berlawanan dengan Dasa Darma Pramuka serta Tri Satya,” ujar Riza.
Ia menilai persoalan moral menjadi bagian penting karena Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang memiliki tugas membina generasi muda. Para anggota Pramuka, kata dia, merupakan anak-anak yang dipercayakan orang tua untuk mendapatkan pembinaan.
“Amoral, apa lagi kasarnya amoral itu, mohon maaf ya, yang menjadi contoh itu kan anak-anak titipan orang tua. Kalau amoral, misalkan untuk berkemah saja orang tua bimbang dan ragu. Mana jadi kemah itu,” katanya.
Selain memiliki moral dan rekam jejak yang baik, calon Ketua Kwarda juga harus mampu menjalin komunikasi serta bekerja sama dengan pimpinan daerah.
Riza menjelaskan, roda organisasi Kwarda tidak dapat berjalan sendiri karena harus membangun koordinasi dengan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Cabang (Kwarcab), pemerintah daerah, hingga jajaran Gerakan Pramuka di kabupaten dan kota.
“Memang dia pengurus Pramuka, ya tentu sebaiknya dapat izin dari pimpinan atau rekomendasi. Yang paling penting dipilih oleh perwakilan kabupaten/kota,” jelasnya.
Terkait domisili, Riza menyebut calon dari luar Kota Palembang tetap memungkinkan untuk mencalonkan diri. Namun, menurutnya, calon perlu mempertimbangkan kemampuan untuk menjalankan tugas karena pusat kegiatan Kwarda berada di Kota Palembang.
“Kalau calon sendiri dari luar kota, boleh-boleh saja. Cuma bagaimana roda organisasi akan berjalan kalau misalkan terpilih dari luar Kota Palembang, sedangkan sentral kantornya ada di Kota Palembang,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap calon yang terpilih nantinya memiliki kemudahan dalam berkoordinasi dan menjalankan aktivitas organisasi di Kota Palembang.
“Yang jelas bisa kerja sama dengan pimpinan. Nomor dua, kalau dengan atasan. Yang kedua bisa menghimpun, minimal dia tinggal berdomisili di sini, diusahakan di Kota Palembang biar semua prosesnya lebih mudah,” ucapnya.
Bakal Calon Mulai Terlihat
Riza mengungkapkan, sejumlah nama yang berpotensi menjadi calon Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel sudah mulai terlihat. Namun, nama-nama tersebut belum diumumkan kepada publik.
“Untuk bakal calonnya sendiri insya Allah terlihat, tapi masih dirahasiakan. Sudah saya laporkan dengan pimpinan, dalam hal ini Ka Mabida, yakni Gubernur Sumsel. Dan Gubernur Sumsel melihat yang kita usulkan itu semuanya masuk standar,” ungkapnya.
Ia berharap proses pemilihan dalam Musda nantinya berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Menurut Riza, karakter Gerakan Pramuka tidak seharusnya diwarnai persaingan yang dapat memecah hubungan antarkader.
“Rata-rata Pramuka ini mayoritas aklamasi, tidak gontok-gontokan, guyub. Namanya kan harus ditunjukkan organisasi mengayomi, digugu dan ditiru. Tidak ada mau sikut kanan, sikut kiri, itu bukan wataknya Pramuka,” tegasnya.
Sementara itu, persiapan Musda Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel yang dijadwalkan berlangsung November 2026 disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Panitia pelaksana telah dibentuk dan melakukan audiensi dengan Ketua dan Wakil Ketua Mabida Gerakan Pramuka Sumsel yang juga merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel untuk menyampaikan perkembangan persiapan sekaligus mendapatkan arahan.
Riza berharap Musda nantinya dapat menghasilkan kepengurusan baru yang mampu melanjutkan program dan semakin memajukan Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan.
“Yang penting majukan Pramuka di Sumsel,” pungkasnya.













