SumselMedia.Com, PALI-
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya penguasaan coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Workshop Coding and AI for Teacher yang kali ini digelar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini diikuti para guru dan dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah daerah serta tamu undangan.
Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan kebutuhan bagi guru di era digital. Namun, kecanggihan coding dan AI tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan tugas dan peran seorang guru dalam dunia pendidikan.
Menurut Bukman, teknologi memang dapat membantu proses pembelajaran, memberikan informasi, serta mempermudah penyampaian materi kepada peserta didik. Akan tetapi, pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga menyangkut pembentukan karakter, moral, etika, dan kepribadian anak.
“Coding dan AI tidak bisa menggantikan tugas seorang guru. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik peserta didik, terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka menjadi lebih baik. Hal tersebut tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh teknologi,” ujar Bukman.
Ia menjelaskan, guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing, memberikan keteladanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membangun hubungan emosional dengan peserta didik. Karena itu, kehadiran teknologi harus dipandang sebagai sarana pendukung yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti pendidik.

Bukman juga mendorong para guru agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Guru diharapkan terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mampu memanfaatkan coding serta AI secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, sambutan Bupati PALI yang diwakili Asisten III H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop yang diinisiasi PGRI Sumsel tersebut.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pelatihan atau workshop semata, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penerapan teknologi digital di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sebatas workshop, tetapi ilmu dan pengetahuan yang diperoleh para guru dapat dimanfaatkan serta diimplementasikan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, digitalisasi pendidikan benar-benar dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi proses pembelajaran,” ungkapnya.

Andre juga menekankan pentingnya kegiatan pengimbasan setelah workshop dilaksanakan. Para guru yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya di sekolah.
“Para peserta diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Ilmu yang didapatkan hendaknya dapat dibagikan atau diimbaskan kepada guru-guru lainnya di sekolah masing-masing, sehingga manfaat kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas dan tidak hanya oleh peserta yang hadir,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat peningkatan kompetensi tenaga pendidik menghadapi transformasi digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Dinas Pendidikan Kabupaten PALI Alamsyah, S.Pd., M.Si., serta perwakilan Dinas Perpustakaan Kabupaten PALI yang diwakili Kabid Zulhilmi, S.Pd., M.Pd., bersama para guru dan tamu undangan lainnya.

Roadshow Workshop Coding and AI for Teacher merupakan bagian dari upaya PGRI Sumsel dalam memperluas pemahaman dan keterampilan tenaga pendidik terhadap perkembangan teknologi pendidikan di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan ini, PGRI Sumsel berharap para guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta tetap mengedepankan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.













