SumselMedia.Com, Lubuklinggau-
Polemik terkait pemberian bonus atlet disabilitas di Kota Lubuk Linggau akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan menggelar audiensi dan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus memperkuat sinergi dalam pembinaan olahraga disabilitas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kota Lubuk Linggau, Kamis (5/11/2026), Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, M.I.Kom., secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet disabilitas atas terjadinya miskomunikasi terkait persoalan pemberian bonus.
Audiensi tersebut menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Selain meluruskan kesalahpahaman, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi NPCI Sumsel dan para atlet untuk menyampaikan aspirasi serta harapan terkait perhatian dan penghargaan pemerintah terhadap prestasi atlet disabilitas.
Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari, hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya M. Soleh Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Suwartomo Kepala Biro Pengembangan Daerah, Syawal Wakil Kepala Biro Humas NPCI Sumsel, Ketua NPCI Kota Lubuk Linggau Agus beserta jajaran, perwakilan NPCI Lahat, serta sejumlah atlet NPCI Lubuk Linggau, termasuk Mila Purnama Sari.
Pertemuan tersebut disambut langsung Wali Kota Lubuk Linggau dan turut dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Lubuk Linggau.
Ketua NPCI Sumsel Rian Yohwari mengatakan, kehadiran pihaknya bukan semata-mata untuk membahas polemik bonus, tetapi juga memastikan kondisi para atlet serta memberikan dukungan moral agar mereka tetap bersemangat dalam menjalani pembinaan.
“Kedatangan kami ke Lubuk Linggau yang pertama adalah memastikan kondisi para atlet. Kami ingin kehadiran NPCI Sumsel dapat memberikan semangat dan menguatkan mental para atlet agar tetap fokus berlatih dan berprestasi,” ungkap Rian.
Menurutnya, persoalan yang terjadi harus menjadi evaluasi bersama, khususnya dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara organisasi olahraga disabilitas dengan pemerintah daerah.
Rian menegaskan, atlet disabilitas merupakan bagian penting dari pembangunan olahraga daerah. Karena itu, prestasi yang mereka raih harus mendapatkan penghargaan dan perhatian yang setara.
Ia berharap persoalan miskomunikasi tersebut tidak mengurangi semangat para atlet untuk terus berjuang mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang olahraga.
“Yang terpenting, jangan sampai persoalan ini membuat atlet kehilangan semangat. Mereka sudah berjuang dan membawa nama daerah. Tugas kita bersama adalah memberikan dukungan, perhatian, dan penghargaan yang layak atas prestasi mereka,” tegasnya.
Rian juga menegaskan komitmen NPCI Sumsel untuk tetap mendukung Kota Lubuk Linggau sebagai tuan rumah Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumsel VI Tahun 2027, sepanjang pemerintah daerah tetap menyatakan kesiapannya.
Ia memastikan regulasi penyelenggaraan Peparprov tidak akan diubah sehingga seluruh pihak diharapkan dapat terus membangun koordinasi dan mempersiapkan pelaksanaan ajang olahraga disabilitas tingkat provinsi tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat mengakui adanya kesalahpahaman dalam persoalan pemberian bonus atlet disabilitas. Atas nama pemerintah daerah, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ketua Umum NPCI Sumsel, Bapak Rian Yohwari, beserta jajaran. Kami mengakui telah terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi. Atas nama Pemerintah Kota Lubuk Linggau, kami memohon maaf kepada para atlet disabilitas atas kejadian tersebut,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan, persoalan bermula ketika pemerintah daerah berharap pembagian seragam gratis dapat dirangkaikan dengan penyerahan bonus secara simbolis kepada atlet disabilitas. Namun, pelaksanaannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Rachmat menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lubuk Linggau tetap berkomitmen memberikan perhatian terhadap atlet disabilitas. Menurutnya, prestasi atlet binaan NPCI memiliki nilai dan penghargaan yang sama dengan atlet non-disabilitas.
“Kami tidak mengabaikan prestasi atlet disabilitas. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh atlet, baik atlet binaan KONI maupun NPCI,” tegasnya.
NPCI SUMSEL KAWAL ASPIRASI ATLET
Dalam audiensi tersebut, perwakilan atlet NPCI Lubuk Linggau, Mila Purnama Sari, menyambut baik kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah daerah. Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan NPCI ke depan semakin terbuka sehingga persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah.
Mila mengaku lega setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Wali Kota Lubuk Linggau. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal hubungan komunikasi yang lebih baik sekaligus memastikan perhatian terhadap atlet disabilitas terus ditingkatkan.
“Semoga ke depan Pemerintah Kota Lubuk Linggau semakin dekat dan mengenal NPCI. Kami juga berharap tidak ada lagi saling membalas atau saling menyindir melalui media sosial apabila terjadi persoalan. Sebaiknya semua dapat diselesaikan melalui komunikasi dan audiensi secara langsung,” ungkap Mila.
Ia juga berharap bonus yang telah dibicarakan dapat segera direalisasikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet dalam meraih prestasi.
Senada dengan itu, Ketua NPCI Kota Lubuk Linggau, Agus, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya audiensi tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah positif untuk mengakhiri kesalahpahaman sekaligus memperkuat hubungan antara NPCI dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, kesalahpahaman ini sudah mendapatkan titik terang. Semoga dari kejadian ini ada hikmahnya dan ke depan Kota Lubuk Linggau semakin maju, khususnya dalam bidang olahraga,” ujarnya.
Rian Yohwari berharap hasil audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kerja sama yang lebih baik. Terlebih, Kota Lubuk Linggau akan menjadi tuan rumah Peparprov VI Sumsel 2027 yang membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, penyelenggaraan Peparprov bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat penghormatan terhadap hak, potensi, dan prestasi atlet disabilitas.
NPCI Sumsel berkomitmen terus mengawal aspirasi atlet serta membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota demi kemajuan olahraga disabilitas di Sumatera Selatan.
Penyelesaian polemik ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap atlet, tanpa membedakan kondisi fisik, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan, penghargaan, dan dukungan atas prestasi yang diraih.
Kesetaraan bukan sekadar pernyataan, melainkan harus diwujudkan melalui perhatian dan dukungan nyata terhadap perjuangan seluruh atlet.













