Ekobis

Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Ekonomi di Sumsel Capai 5,12 Persen

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 tercatat tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Perekonomian Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,12% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,92% (yoy).

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Erwin Soeriadimadja pada acara Bincang Bareng Media (BBM) sekaligus buka bersama dan Konferensi Pers Laporan Perekonomian Provinsi Sumsel dan Kesiapan Pemenuhan Kebutuhan Uang Tunai pada Periode Ramadan/Idulfitri 1443 H di Ruang Pre Function Lantai 2 Bank Indonesia Sumsel, Senin (11/4/2022).

Namun demikian, dalam kesempatan itu Erwin menyampaikan jika dilihat secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga tercatat menurun pada triwulan laporan menjadi sebesar -1,66% (qtq).

“Dan Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan ini tercatat baik dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan regional Sumatera yang masing-masing tumbuh sebesar 5,02% (yoy) dan 4,56% (yoy),” ujarnya.

Dikatakan Erwin, sementara itu, pangsa ekonomi Sumatera Selatan terhadap ekonomi nasional dan ekonomi Sumatera pada triwulan laporan relatif stabil, masing-masing sebesar 2,93% dan 13,87%. Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan bersumber dari peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga (RT) dan kinerja ekspor luar negeri serta penurunan kinerja 3 (tiga) lapangan usaha (LU) utama Sumatera Selatan yaitu LU Pertambangan dan Penggalian, LU Industri Pengolahan, serta LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH

Kinerja keuangan pemerintah pada triwulan IV 2021 sedikit tertahan dari sisi pendapatan di tengah pemulihan ekonomi yang masih berjalan, namun menguat dari sisi belanja sesuai pola historisnya di akhir tahun. Realisasi pendapatan pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan sampai dengan triwulan IV 2021 tercatat sebesar Rp56,05 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp52,79 triliun. Namun demikian, secara persentase, realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan dari 98,75% pada tahun 2020 menjadi 97,96%. Hal ini dipengaruhi adanya kenaikan target anggaran pada tahun 2021 menyusul perbaikan ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, realisasi belanja pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan sampai dengan triwulan IV 2021 mencapai Rp83,13 triliun atau 95,61% dari pagu, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 93,96% dari pagu atau senilai Rp76,43 triliun. Hal ini didorong oleh percepatan realisasi belanja pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi. Realisasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) triwulan IV 2021 sebesar 113,33% dari pagu, meningkat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar 99,36% dari pagu. Peningkatan tersebut didorong oleh percepatan penyerapan anggaran dalam rangka pemulihan yang lebih merata hingga tingkat kabupaten/kota.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 tercatat sebesar 1,82% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang tercatat sebesar 1,84% (yoy). Penurunan tekanan inflasi di Provinsi Sumatera Selatan disebabkan oleh penurunan tekanan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring terjaganya pasokan beberapa komoditas yang telah memasuki masa panen. Komoditas tersebut antara lain cabai merah, beras, dan bawang merah. Pada triwulan I 2022, inflasi Sumatera Selatan diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan IV 2021 dan berada di rentang sasaran inflasi Nasional sebesar 3%±1% (yoy). Peningkatan tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan percepatan program vaksinasi. Tekanan inflasi juga diperkirakan bersumber dari terganggunya produktivitas komoditas hortikultura di tengah cuaca yang masih kurang kondusif di awal tahun 2022. Kenaikan cukai rokok di awal tahun juga mendorong peningkatan harga jual eceran aneka rokok. Selanjutnya, tensi geopolitik pada awal tahun juga berpotensi mendorong peningkatan komoditas global yang akan berdampak pada peningkatan laju inflasi. Kegiatan pengendalian inflasi daerah akan terus dilanjutkan untuk menjaga stabilitas harga dengan tetap berpedoman pada strategi Pengendalian Inflasi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif).

PEMBIAYAAN DAERAH DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

Pembiayaan daerah Provinsi Sumatera Selatan mengalami pertumbuhan pada triwulan IV 2021 didorong oleh peningkatan pembiayaan untuk korporasi, di tengah melambatnya pertumbuhan pembiayaan sektor rumah tangga. Penyaluran kredit perbankan di Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 tumbuh positif setelah terkontraksi pada triwulan III 2021. Sejalan dengan itu, nominal aset dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada triwulan IV 2021 juga mengalami peningkatan. Ketahanan sektor rumah tangga dan sektor korporasi juga mengalami perbaikan dengan performa non performing loan (NPL) yang masih berada dalam batas aman.

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 yang tumbuh positif, penyelenggaraan sistem pembayaran tunai dan non tunai berjalan dengan lancar, aman, dan efisien. Transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada triwulan IV 2021 meningkat sejalan dengan kinerja konsumsi Rumah Tangga dan investasi Sumatera Selatan. Transaksi uang kartal tercatat mengalami net outflow sejalan dengan realisasi bantuan sosial non tunai, dan pola permintaan HBKN Natal dan Tahun Baru. Transaksi Uang Elektronik (UE) dan e-commerce meningkat sejalan adaptasi masyarakat akan kebutuhan instrumen pembayaran non tunai yang tetap aman untuk digunakan dalam masa pandemi COVID-19.

PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN DAERAH

Pada triwulan IV 2021 kondisi kesejahteraan di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan perbaikan. Hal ini terkonfirmasi melalui Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Selatan pada triwulan IV 2021 yang tercatat sebesar 113,15, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya dan triwulan IV 2020 yang masing-masing tercatat sebesar 112,07 dan 101,83. Selain itu, Survei Konsumen menyatakan masyarakat Sumatera Selatan optimis bahwa penghasilan mereka ke depan akan relatif lebih baik seiring dengan meredanya penyebaran pandemi COVID-19 pada triwulan laporan. Angka kemiskinan Sumatera Selatan pada September 2021 tercatat sebesar 12,79% dari total penduduk Provinsi Sumatera Selatan. Jumlah tersebut cenderung menurun dibandingkan posisi Maret 2021 dan September 2020 yang masing-masing tercatat sebesar 12,84% dan 12,98%.

PROSPEK PEREKONOMIAN

Mempertimbangkan kondisi perekonomian global dan nasional serta berbagai indikator dini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada keseluruhan tahun 2022 diperkirakan meningkat dengan inflasi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Perbaikan aktivitas perekonomian global dan nasional mendorong peningkatan kinerja perekonomian Sumatera Selatan baik dari sisi permintaan maupun lapangan usaha. Percepatan dan perluasan program vaksinasi juga menumbuhkan optimisme para pelaku usaha dan mendorong kinerja di beberapa sektor. Selanjutnya, perkembangan inflasi di tahun 2022 juga diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021, namun tetap berada di dalam kisaran target inflasi nasional. Perbaikan perekonomian yang didukung oleh percepatan program vaksinasi akan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan peningkatan pendapatan sebagai dampak peningkatan aktivitas ekonomi. Dengan perkembangan tersebut, inflasi pada tahun 2022 diperkirakan meningkat, didorong oleh inflasi pada seluruh kelompok yakni volatile food, administered price, dan core inflation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button