SumselMedia.Com, Palembang-
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan (OJK Sumsel) terus memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda. Bersama komunitas binaannya, Gen LIMAS, OJK Sumsel sukses menggelar GENSET 6.0 (Gen LIMAS Networking Space) dengan tema “Stop FOMO, Saving & Investment: Finding Smart Financial Planning For Zillenials Future” di Ballroom OJK Sumsel, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah edukatif bagi generasi Z dan milenial (Zillenial) untuk membangun pola pikir finansial yang lebih bijak, terarah, dan berorientasi jangka panjang. Acara dihadiri langsung oleh Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto, jajaran pejabat OJK, serta ratusan peserta dari kalangan anak muda.
Berdasarkan data OJK, tingkat literasi keuangan generasi muda tercatat cukup tinggi, yakni 74,8% untuk generasi Z dan 71,7% untuk milenial. Bahkan, kontribusi kelompok ini terhadap total simpanan nasional mencapai 33,1% atau setara Rp1.285,3 triliun. Hal ini menunjukkan potensi besar yang perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang matang.
Presiden Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta. Sebanyak 250 kursi terisi penuh dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka.
“GENSET 6.0 kami harapkan menjadi katalis bagi generasi muda agar tidak mudah terjebak tren sesaat, tetapi mampu mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan terencana,” ujarnya.
Lead Crew GENSET 6.0, Maria Yesica, turut menekankan pentingnya membangun disiplin finansial sejak dini. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif.
Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahaya pola pikir FOMO (Fear of Missing Out) dalam pengelolaan keuangan.
“Apabila sejak awal kita masih terdorong oleh tren, emosi, atau sekadar ikut-ikutan, maka keputusan finansial akan menjadi tidak terarah. Kita harus membangun mindset keuangan yang disiplin dan berorientasi jangka panjang,” tegasnya.
Dalam sesi chat talkshow, narasumber Muhammad Akmal Daffari (Deputy Manager Paragon Palembang) mengangkat konsep “Why Saving Cash Loses”. Ia menjelaskan bahwa menyimpan uang secara pasif dalam bentuk tunai berisiko menurunkan daya beli akibat inflasi.
“Zillenial perlu mulai mengalihkan sebagian dana ke instrumen investasi sesuai profil risiko agar nilai aset tidak hanya terjaga, tetapi juga tumbuh,” jelasnya.
Sementara itu, Financial Wellness Manager FINETIKS, Anthony Ferdinan, menyoroti pentingnya budgeting sebagai fondasi keuangan yang sehat. Ia juga memperkenalkan konsep Good FOMO, yakni mendorong tren positif melalui edukasi dan berbagi pengalaman finansial di media sosial.
“FOMO tidak selalu negatif. Jika diarahkan dengan benar, ini bisa menjadi gerakan kolektif yang menginspirasi generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan,” katanya.
Tak hanya diskusi, GENSET 6.0 juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti sesi tanya jawab, networking, hingga Nominal Group Discussion (NGD) sebagai highlight utama. Dalam sesi ini, peserta diajak mengidentifikasi permasalahan finansial, bertukar ide, serta merumuskan solusi aplikatif terkait perencanaan keuangan dan fenomena FOMO.
Melalui kegiatan ini, OJK Sumsel bersama Gen LIMAS—sebagai komunitas binaan—menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem finansial yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Ke depan, Gen LIMAS akan terus menghadirkan program-program edukatif sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.













