Komunitas

Bengkel Las Naik Kelas, APPI Sumsel Dorong Pengusaha Pengelasan Bersatu dan Berinovasi

×

Bengkel Las Naik Kelas, APPI Sumsel Dorong Pengusaha Pengelasan Bersatu dan Berinovasi

Sebarkan artikel ini
(Perwakilan Pemprov Sumsel Dari Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Hadiri Family Gathering APPI Sumsel)

SumselMedia.Com, Palembang-

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perindustrian mendorong para pelaku usaha pengelasan untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas, serta pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan usahanya.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Family Gathering yang digelar Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) Sumsel bersama CV Tunas Mandiri, yang dipusatkan di Kantor CV Tunas Mandiri Palembang, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan para pengusaha bengkel las, welder, supplier, mitra usaha, mahasiswa, hingga perwakilan APPI dari sejumlah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Mohammad Taufiq, S.IP yang diwakili Kepala Bidang PKPS dan BSI (Pemberdayaan, Kerjasama, Pengembangan Wilayah dan Standardisasi Industri) Ihwan Mulyawan, S.T., M.Si, Kepala Bidang IKM Dinas Perindustrian Sumsel Peri Rizal, SKM., M.Si, Direktur CV Tunas Mandiri Palembang Suandri Yusuf, Ketua Koordinator APPI Provinsi Sumsel Muhammad Deden, para pengusaha pengelasan serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Mohammad Taufiq melalui Kepala Bidang PKPS dan BSI Ihwan Mulyawan mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut karena menjadi ruang bagi para pelaku usaha pengelasan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah.

“Sebagai leading sector dari APPI Sumsel, kami dari Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel sangat mendukung acara hari ini. Ini menjadi wadah bagi bapak dan ibu untuk bersilaturahmi serta membangun organisasi yang lebih kuat,” ujar Ihwan.

Menurutnya, Dinas Perindustrian Sumsel siap memfasilitasi berbagai kebutuhan para pelaku usaha yang berkaitan dengan sektor industri, termasuk perizinan maupun program pengembangan usaha.

Ia juga mengajak APPI Sumsel untuk menghimpun data dan kebutuhan para anggotanya agar dapat dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.

“Jangan ragu untuk berkolaborasi. Kalau ada kebutuhan atau perizinan yang berkaitan dengan Dinas Perindustrian, kami siap mendukung. Kalau ada program atau kegiatan yang berhubungan dengan pengelasan, nanti bisa kita komunikasikan dan kolaborasikan,” katanya.

Berawal dari Modal Terbatas

Sementara itu, Direktur CV Tunas Mandiri Palembang Suandri Yusuf membagikan perjalanan usahanya yang dimulai sejak Desember 2018.

Ia mengaku membangun usaha tersebut dengan modal terbatas yang berasal dari pinjaman. Bahkan, pada awal merintis usaha, dirinya sempat menumpang di bengkel milik senior karena belum mampu menyewa tempat sendiri.

Tekanan ekonomi, persoalan piutang dan berbagai tantangan usaha sempat membuatnya hampir menyerah. Namun, perlahan usaha tersebut mulai berkembang.

Pada 2019, Tunas Mandiri berhasil mendapatkan tempat sendiri. Perkembangan terus berlanjut hingga pada 2023 perusahaan tersebut mampu memiliki mesin fiber laser pertama di Provinsi Sumsel, khususnya Kota Palembang.

“Saat ini CV Tunas Mandiri Palembang sudah memiliki tiga workshop dan enam mesin yang siap melayani pelanggan,” ujar Suandri.

Sejumlah fasilitas yang dimiliki antara lain mesin fiber laser, mesin CO2, router, serta mesin press brake untuk menekuk plat.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya untuk mendukung perkembangan Tunas Mandiri, tetapi juga diharapkan dapat membantu para pelaku usaha pengelasan lainnya.

“Kalau ada pekerjaan yang belum bisa dikerjakan, silakan didiskusikan. Kami akan bantu. Yang penting kita sama-sama bisa berkembang,” katanya.

Suandri menegaskan, Family Gathering tersebut bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar secara langsung kebutuhan para pelaku usaha pengelasan.

Salah satu kebutuhan yang mengemuka yakni mesin rol pipa yang dinilai dapat membantu mempermudah proses produksi.

“Kita ingin fasilitas yang dibutuhkan teman-teman bisa tersedia dengan harga yang kompetitif, sehingga teman-teman masih bisa menjual. Kita ingin saling mendukung agar usaha pengelasan semakin maju,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada para pelaku usaha pengelasan agar tidak takut menghadapi kegagalan, menjaga kualitas, memanfaatkan teknologi, mengelola keuangan dengan baik serta terus melakukan inovasi.

“Jangan takut gagal, jaga kualitas, manfaatkan teknologi, kelola keuangan dengan baik dan rapi, serta terus berinovasi. Ini menjadi momentum membangun semangat baru, bukan hanya bagaimana bengkel las mampu bertahan, tetapi bagaimana para welder dan pengusaha pengelasan dapat tumbuh bersama,” imbuhnya.

APPI Jadi Wadah Kolaborasi

Ketua Koordinator APPI Provinsi Sumsel Muhammad Deden mengatakan, Family Gathering tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem usaha pengelasan.

Mulai dari pengusaha bengkel las, welder, supplier, mitra usaha, mahasiswa hingga perwakilan APPI dari sejumlah daerah.

“Alhamdulillah, kegiatan Family Gathering kita hari ini dihadiri langsung oleh perwakilan Pemprov Sumsel, dalam hal ini dari Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel,” kata Deden.

Menurutnya, APPI hadir sebagai wadah yang mempertemukan para pengusaha bengkel las dan welder, baik skala kecil, menengah maupun besar.

Melalui organisasi tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat saling mengenal, memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman serta membuka peluang kerja sama dan kolaborasi.

Deden menambahkan, tema “Bengkel Las Naik Kelas, Bersatu Membangun Sumsel” menjadi semangat bersama untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kapasitas para pelaku usaha pengelasan di Sumsel.

“Melalui APPI, kita ingin membangun kebersamaan dan meningkatkan kemampuan serta kapasitas usaha, sehingga bengkel las dan para welder di Sumsel dapat berkembang bersama,” pungkasnya.