SumselMedia.Com, Palembang-
Kiprah akademisi Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali mendapat pengakuan di tingkat daerah. Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) UPGRIP, Dr. Arizona, M.Pd.,CHt. terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Sumatera Selatan periode 2026–2030.
Dr. Arizona, M.Pd., CHT dipercaya memimpin organisasi profesi Bimbingan dan Konseling di Sumatera Selatan dalam Seminar dan Konferensi Daerah (Conferda) PD ABKIN Sumsel yang digelar di Aula Teater SMA Negeri Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Conferda tersebut mengusung tema “Transformasi Peran Guru BK di Era Digital: Mewujudkan Layanan BK yang Inovatif dan Berintegritas.” Kegiatan diikuti akademisi, dosen, guru BK, konselor, mahasiswa, serta insan Bimbingan dan Konseling dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
Terpilihnya Dr. Arizona menjadi amanah sekaligus kepercayaan besar untuk membawa PD ABKIN Sumsel semakin profesional, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan layanan BK yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik di era digital.
Rektor Universitas PGRI Palembang, Associate Professor Bukman Lian, M.M., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Dr. Arizona sebagai Ketua PD ABKIN Sumsel.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia yang dimiliki UPGRIP tidak hanya berkiprah di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan profesi dan pendidikan di Sumatera Selatan.
“Terpilihnya Dr. Arizona tentu menjadi kebanggaan bagi Universitas PGRI Palembang. Ini menunjukkan bahwa dosen UPGRIP memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berkontribusi serta dipercaya memimpin organisasi profesi di tingkat daerah,” ujar Rektor.
Kiprah tersebut sekaligus memperkuat komitmen UPGRIP dalam mencetak dan mengembangkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki perhatian kuat terhadap bidang pendidikan dan keguruan, UPGRIP terus mendorong dosen untuk aktif dalam pengembangan keilmuan, organisasi profesi, penelitian, publikasi, hingga pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UPGRIP sebagai kampus yang mengusung semangat “Melaju Dengan Mutu” serta terus memperkuat kualitas pendidikan, sumber daya manusia, dan kontribusi akademiknya.
Dr. Arizona mengatakan, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi, interaksi sosial, proses pembelajaran, hingga karakter peserta didik. Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru BK dan konselor untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Karena itu, transformasi layanan Bimbingan dan Konseling harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dan kode etik profesi.
“Amanah ini bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan profesi Bimbingan dan Konseling di Sumatera Selatan. Kita ingin ABKIN menjadi wadah yang mampu memperkuat kompetensi, profesionalisme, kolaborasi, dan kualitas layanan para guru BK dan konselor,” ujar Dr. Arizona.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas akses dan menghadirkan inovasi dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan aspek etika, kerahasiaan, keamanan data, serta profesionalitas konselor.
Sebagai Ketua PD ABKIN Sumsel periode 2026–2030, Dr. Arizona berkomitmen mendorong penguatan kapasitas guru BK dan konselor melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional, seminar, pelatihan, penelitian, publikasi ilmiah, serta kolaborasi antarlembaga.
Menurutnya, ABKIN tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, sekolah, pemerintah daerah, guru BK, konselor, mahasiswa BK, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kita harus bergerak bersama, berinovasi, dan memastikan layanan Bimbingan dan Konseling benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” tegasnya.

Terpilihnya Dr. Arizona juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UPGRIP. Kepemimpinan tersebut semakin memperkuat eksistensi akademisi UPGRIP dalam pengembangan keilmuan dan profesi Bimbingan dan Konseling, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, organisasi profesi, dan berbagai institusi pendidikan.
Melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling, UPGRIP terus berkomitmen menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional serta mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Penguatan kualitas dosen dan keterlibatan aktif dalam organisasi profesi menjadi bagian dari upaya UPGRIP menghadirkan pendidikan yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan dukungan tujuh fakultas dan 36 program studi serta delapan program studi berstatus Unggul, UPGRIP terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Selatan.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, PD ABKIN Sumsel diharapkan semakin solid dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas profesi, kompetensi guru BK dan konselor, serta menghadirkan layanan Bimbingan dan Konseling yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Bagi UPGRIP, kiprah Dr. Arizona menjadi bukti bahwa dosen dan akademisi tidak hanya berperan dalam ruang kelas dan kampus, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan profesi Bimbingan dan Konseling di Sumatera Selatan.
Universitas PGRI Palembang, Melaju Dengan Mutu, menghadirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga aktif berkontribusi bagi masyarakat dan dunia pendidikan.













