PGRI

............

holiday angkasa wisata
Pendidikan

FKIP UPGRI Palembang Lantik 318 Sarjana Baru 2022

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang kembali melantik 318 alumni baru pada Pelakasanaan Yudisium ke- 133 dan 134 semester genap tahun Akademik 2021/2022 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pelaksanaan yudisium dibagi kedalam 2 sesi acara yakni pada Sabtu (27/08) diikuti 149 peserta dan Senin (29/08) 169 peserta di Aula H. Aidil Fitri Syah Lantai 5 Gedung Business and Science Center.

(Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, M.Si CIQaR saat memberikan piagam penghargaan kepada salah satu mahasiswa terbaik)

Turut hadir dalam acara Yudisium Ketua BPH PB PGRI pada Universitas PGRI Palembang Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H., diwakili oleh Wakil Ketua BPH PB PGRI pada UPGRI Palembang Drs. H Lukman Haris, M.Si, Sekretaris Drs. Surmana., M.M, Rektor Universitas PGRI Palembang Dr H Bukman Lian, MM, M.Si CIQaR. Wakil Rektor I Dr. Yasir Arafat, SE., MM CIQaR beserta jajaran, Dekan, Kaprodi di lingkungan UPGRI Palembang, serta tamu undangan lainnya.

Usai melantik sarjana baru, Dekan FKIP Assoc Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd, CIQaR menjelaskan pihaknya terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga selalu mengikuti semua perkembangan dan tuntutan pendidikan mulai dari kebijakan-kebijakan yang diberikan pemerintah agar dapat terus eksis untuk berkontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan.

Untuk itu Dessy Wardiah berpesan kepada alumni baru yang telah dilantik agar terus mengembangkan kompetensi yang telah diberikan Fakultas selama masa perkuliahan, karena lulusan PGRI dibekali semua skill sehingga bisa jadi apa saja. Namun, jika belum ingin bekerja silakan melanjutkan studinya ke program Pascasarjana.

(Ketua BPH PB PGRI pada Universitas PGRI Palembang diwakili Wakil Ketua BPH PB PGRI pada UPGRI Palembang Drs. H Lukman Haris, M.Si saat memberi kata sambutan)

“Alumni FKIP Universitas PGRI Palembang telah berkiprah nyata untuk kemajuan dunia pendidikan yang tersebar diberbagai daerah, untuk itu Sarjana baru yang telah dilantik harus percaya diri tampil di tengah-tengah masyarakat, saudara adalah lulusan dari FKIP, Fakultas terbesar yang dapat di perhitungan dalam lingkungan LL Dikti Wilayah II dengan 14 program studi yang dimiliki,” jelas Dessy Wardiah.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr. H. Bukman Lian, MM, M.Si CIQaR menyampaikan siap membantu sekaligus memfasilitasi mahasiswa FKIP yang ingin melanjutkan pendidikan ke program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang dengan memberikan kemudahan berupa bebas 100 % uang pendaftaran ditambah dengan diskon 25 % uang SPP hingga selesai perkuliahan.

(Dekan FKIP Assoc Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd, CIQaR saat mengalungkan gordon kepada peserta yudisium)

“Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang memiliki tiga program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Manajemen Pendidikan serta kedepan untuk menjadi guru lebih diutamakan memiliki sertifikat pendidik melalui Program Profesi Guru (PPG) untuk itu beliau berharap kepada alumni baru yang telah dilantik agar mengikuti Program PPG, mengingat FKIP UPGRI juga sebagai salah satu kampus yang diberikan kepercayaan sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG),” ungkapnya.

Wakil ketua BPH PB PGRI, Drs.H. Lukman Haris , M.Si meminta seluruh Sarjana baru yang telah dilantik untuk dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan bahkan untuk membuka lapangan kerja. Apalagi mengingat persaingan saat ini sudah sangat tinggi.

“Saya harap seluruh lulusan dapat bersaing di tengah era saat ini, karena lulusan PGRI ini dibekali berbagai skills. Namun, jika belum ingin bekerja silakan melanjutkan studinya lagi yang lebih tinggi,” pesan Lukman

(Sekretaris BPH PB PGRI Drs. Surmana, M.M., saat memberikan kata sambutan)

Sementara itu di sesi ke-2 Sekretaris BPH PB PGRI Drs. Surmana, M.M., menyampaikan bahwa seorang guru harus beradaptasi dengan cepat, mampu memberi energi positif bagi masyarakat, belajar bukan dijadikan kewajiban melainkan kebutuhan, terus menjadi inovator, inisiator, dan mempunyai semangat juang yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button