SumselMedia.Com, Palembang-
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui Yudisium FKIP ke-165 untuk jenjang Sarjana (S1) dan Yudisium ke-6 Program Magister Pendidikan Jasmani.
Kegiatan yang digelar hari Sabtu, Tanggal 29 Agustus 2026 di Aula Gedung Guru PGRI Provinsi Sumatera Selatan ini menjadi momentum penting bagi para yudisiawan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPH UPGRIP Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H., diwakii oleh Wakil lKetua BPH UPGRIP Drs. H. Djama’ani Djakfar, M.Pd., Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si., Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., Dekan FKIP Assoc. Prof. Dr. Misdlina, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Bayu Iswana,M.Or., para ketua program studi, dosen, serta jajaran tamu undangan.
Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Misdlina, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para yudisiawan sekaligus ucapan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan kepercayaan kepada UPGRIP untuk menjadi tempat menimba ilmu dan mengembangkan potensi putra-putrinya.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang terus dijaga FKIP melalui penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kompetensi, dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja serta perkembangan zaman.
“Terima kasih telah menitipkan dan mempercayai UPGRIP sebagai tempat untuk menggali ilmu dan mengembangkan potensi. Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan hendaknya digunakan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Misdalina juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater di mana pun berada. Predikat sebagai lulusan FKIP UPGRIP, kata dia, membawa tanggung jawab untuk menunjukkan sikap profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Jaga nama baik almamater. Tunjukkan bahwa lulusan FKIP UPGRIP memiliki kompetensi, karakter, dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja maupun masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum bagi para lulusan S1 maupun S2 untuk memasuki tahapan kehidupan berikutnya dengan membawa ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UPGRIP.
Kepada lulusan S1, Bukman berpesan agar gelar sarjana yang diperoleh tidak menjadi akhir dari proses belajar. Justru setelah menyandang gelar sarjana, para lulusan akan menghadapi tantangan baru, baik ketika memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun ketika berkontribusi langsung di tengah masyarakat.
“Setelah menjadi sarjana, jangan merasa proses belajar sudah selesai. Justru setelah ini tantangan semakin besar. Terus belajar, tingkatkan kompetensi, dan tunjukkan bahwa lulusan UPGRIP mampu bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Sedangkan kepada lulusan S2, Bukman menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister merupakan pencapaian istimewa yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas diri, terutama dalam pola berpikir dan kemampuan memberikan solusi.
“Kami berharap bahwa jika sudah S2, maka cara berpikir juga harus meningkat,” tegasnya.
Menurut Bukman Lian, gelar magister harus menjadi penanda meningkatnya kemampuan seseorang dalam melihat persoalan secara lebih luas, kritis, sistematis, dan solutif. Lulusan S2 tidak cukup hanya memiliki penguasaan ilmu, tetapi juga harus mampu mengembangkan serta menerapkan pengetahuannya untuk memberikan manfaat yang lebih besar.
Pesan tersebut dinilai semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung begitu cepat. Seluruh lulusan, baik S1 maupun S2, dituntut untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan tidak berhenti belajar.

“Di dunia digital yang serba cepat, jangan berhenti belajar. Ilmu yang diperoleh di kampus harus terus dikembangkan dan diterapkan untuk memberikan solusi serta manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bukman juga mengingatkan para yudisiawan untuk menjaga nama baik almamater. Menurutnya, keberhasilan para lulusan di dunia kerja dan masyarakat nantinya turut menjadi cerminan kualitas institusi yang telah mendidik mereka.
“Jadilah lulusan yang tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan daya saing. Di mana pun berada, bawa nama baik UPGRIP dan berikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Yudisium FKIP ke-165 dan Program Magister Pendidikan Jasmani ke-6 ini sekaligus memperlihatkan konsistensi UPGRIP dalam mengembangkan pendidikan tinggi dan menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
FKIP sebagai salah satu fakultas yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia bidang pendidikan terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi profesional, kemampuan beradaptasi, dan daya saing.
Khususnya melalui Program Magister Pendidikan Jasmani, keberadaan jenjang pendidikan lanjutan tersebut menjadi peluang bagi para pendidik dan praktisi untuk memperdalam kompetensi sekaligus meningkatkan kapasitas profesional di bidang pendidikan jasmani dan olahraga.
Bagi para yudisiawan, momentum ini bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Mereka diharapkan mampu hadir sebagai tenaga profesional, pendidik, praktisi, maupun insan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua BPH UPGRIP Drs. H. Djama’ani Djakfar, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga para yudisiawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UPGRIP.
Menurutnya, kepercayaan dari orang tua merupakan bagian penting yang menjadi motivasi bagi UPGRIP untuk terus memberikan pelayanan dan pendidikan terbaik kepada mahasiswa. Kepercayaan tersebut juga menjadi amanah bagi seluruh civitas akademika untuk terus menjaga kualitas pendidikan serta membentuk lulusan yang memiliki kemampuan dan karakter yang baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah menitipkan dan mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di Universitas PGRI Palembang. Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus memberikan pendidikan dan pembinaan yang terbaik,” ujarnya.
Djama’ani berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di UPGRIP dapat menjadi bekal bagi para lulusan dalam menapaki kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia juga berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama berada di UPGRIP dapat menjadi bekal yang bermanfaat, membawa keberhasilan bagi para lulusan, membanggakan orang tua dan keluarga, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” harapnya.
Dengan semangat tersebut, FKIP UPGRIP terus memperkuat perannya sebagai bagian dari perguruan tinggi yang berkomitmen melahirkan SDM pendidikan berkualitas, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.













